Mengelola Sebuah Gaji
Rabu, 18/2/2009 | 12:10 WIB

Mengelola gaji sebenarnya sangat mudah untuk dipahami, yaitu: Gaji hanya dipergunakan untuk membayar seluruh biaya hidup di masa kini dan masa depan, dan bukan dipakai untuk membayar ongkos hidup masa lalu.

Uang makan, transportasi, biaya komunikasi, dan lain-lain, termasuk biaya hidup masa kini. Sedangkan menabung, menyiapkan dana darurat, dan menyiapkan pensiun, adalah biaya hidup masa depan. Menurut Freddy Pieloor, CFP, perencana keuangan dari PT Antara Intermediary Indonesia, ada tiga masa dalam pengelolaan gaji, yaitu:

1. Masa Krisis
Suatu keadaan di mana Anda memiliki utang yang sangat besar, dan Anda harus berjuang sekuat tenaga untuk menyelesaikan utang yang berbunga sangat tinggi (utang kartu kredit & kredit tanpa agunan). Anda harus membayar utang tersebut dari gaji Anda sebesar 50 persen dari gaji Anda.

Pada situasi seperti ini tunda dahulu membangun berbagai rekening dan membeli proteksi asuransi. Bila perlu Anda menjual barang berharga (emas) atau mencairkan deposito untuk membebaskan diri dari jeratan dan biaya bunga wow gede.

2. Masa Kredit
Situasi di mana Anda hanya memiliki utang KPR & KPM (rumah dan mobil) yang sudah Anda rencanakan dalam jangka panjang. Di sini alokasi gaji Anda sebesar 10 persen untuk dead account (dana pensiun), 20 persen untuk membayar kredit, 10 persen membangun safety net (dana darurat), dan 60 persen membayar ongkos hidup.

3. Masa Nyaman
Situasi di mana Anda tidak lagi memiliki segala bentuk utang yang memberatkan. 10 persen untuk dead account, 20 persen membangun safety net, 65 persen untuk ongkos hidup, dan 5 persen untuk biaya entertainment (ngopi dan hang out). Setelah safety net Anda telah berjumlah 6-12 kali gaji Anda, maka selanjutnya silakan bangun growing & business account.

So, Anda boleh ngopi dengan 5 persen dari gaji Anda, setelah Anda memasuki masa nyaman (terbebas dari utang). Bila belum, cobalah siasati dengan ngopi hanya sebulan sekali. Dan belajar soal mix and match pakaian, sehingga Anda tidak perlu sering-sering belanja pakaian. Coba bongkar lemari pakaian, masih banyak koleksi yang bisa disiasati tanpa perlu membeli koleksi baru.


Share on Facebook
A A A
franciska.marwati @ Sabtu, 21 Februari 2009 | 13:38 WIB
Bersyukur dan bersyukur serta cukupkan dengan gajimu ok ????????????
tati @ Jumat, 20 Februari 2009 | 16:28 WIB
Boleh juga masukannya tapi saya percaya rezeki itu bisa bertambah kalau kita sering shodaqoh,rejeki bisa datang dari mana aja.
Dona @ Jumat, 20 Februari 2009 | 10:08 WIB
Bagus bgt nih artikel, memberikan inspirasi dan motivasi untuk mengelola keuangan dgn baik, nah kalo merasa gajinya ng cukup buat ngikutin tip2 tsb, solusinya dgn mencari income tambahan, creative thinking gitu loh kalo mau hidup sejahtera
Supardi @ Rabu, 18 Februari 2009 | 16:46 WIB
Bgmn kalau gajinya buat biaya hidup 2 mggu saja nggak cukup.............tolong dong carikan solusinya
Leogirl @ Rabu, 18 Februari 2009 | 16:05 WIB
Well, bagus artikelnya, mudah2an nominal gaji saya bisa diterapkan, berhubung kalau Hang Out 5% dari gaji blm cukup untuk transportasi maklum rumah jauh, kalau malem2 gak mungkin naik bus, ditambah lagi biaya hidup bukan untuk sendiri saja...sepertinya gak masuk akal untuk gaji saya ini. Btw thank you.
6 Komentar
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.