Rabu, 16 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Ratu Rania Tantang YouTube
Adi Sasono | Selasa, 1 April 2008 | 09:00 WIB
|
Share:
Ratu Rania saat berpidato di World Economic Forum di Laut Mati, Mei 2007 lalu.

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: views/read_cantikgaya_view.php

Line Number: 207

AMMAN, SELASA - Ratu Yordania Rania menantang situs video Youtube menjadi ajang dialog global. Tujuannya menghancurkan stereotip yang merugikan muslimin dan dunia Arab.

Dalam pernyataannya, Senin (31/3), Istana Yordania mengatakan Rania berjanji menghapus semua prasangka itu. "Beliau ingin semua orang tahu dunia Arab yang sebenarnya, tanpa diedit, tanpa skenario dan tanpa sensor," demikian salah satu pernyataan istana Yordania.

Dalam video yang diposting di YouTube, Rania mengajak pemirsa beropini tentang Timur Tengah dan bicara tentang gambaran stereotip tentang Arab dan muslim yang mungkin mereka punya.

Dalam pernyataan yang dikutip istana, Rania menginginkan orang-orang muda di mana pun melihat sisi personal Timur Tengah. "Dan mengenal tempat-tempat, wajah, ritual dan budaya yang membentuk dunia yang saya sebut rumah," kata Rania.

Meski secara tradisional tergolong konservatif dan masih berorientasi kesukuan, Yordania sedang mengalami kemajuan yang membedakannya dari negara lain di Timur Tengah.

YouTube sangat populer di kalangan muda yang populasinya lebih dari separo di negeri berpenduduk 6 juta jiwa itu. Di negeri itu, tersedia akses internet yang mudah, tidak seperti di negera lain seperti Arab Saudi, Iran dan Suriah. "Namun di dunia yang begitu mudah saling berhubungan, kami masih sangat terpisah," kata Rania dalam videonya di YouTube.

Perempuan kelahiran Palestina yang menikah dengan Raja Abdullah pada 1993 itu kerap mempromosikan pendidikan, pendanaan usaha lewat kredit mikro dan upaya lain untuk memberantas kemiskinan di Yordania.(AP)