Sabtu, 25 Oktober 2014
Mengapa Vagina Terasa Ngilu Seusai Orgasme?
Kamis, 28 Mei 2009 | 15:09 WIB
|
Share:
Shutter Stock

Sepanjang aman dan dinikmati oleh keduanya, gaya apa pun boleh dilakukan.

KOMPAS.com — Dalam soal seks, wanita tak sekadar ingin menikmati, tapi juga ingin tahu apa makna dan alasannya. Sayangnya, tak sedikit wanita yang masih malu bertanya urusan ini. Nah, supaya tidak penasaran, Dr Ferryal Loetan, ASC&T, SpRM, MKes-MMR (F), konsultan seksologi dan spesialis rehabilitasi medik dari RS Cipto Mangunkusumo membagikan ilmunya berdasarkan pertanyaan-pertanyaan yang sering malu diungkapkan oleh kaum wanita.

Mengapa timbul dorongan berkemih pada perempuan saat melakukan hubungan seksual?
Sebenarnya tidak selalu timbul gejala ingin berkemih saat melakukan hubungan seks. Keinginan berkemih ini bisa timbul jika kandung kemih sedang terisi paling sedikit lebih dari setengahnya. Apalagi, saat aktivitas seksual terutama mendekati saat-saat orgasme, otot-otot di sekitar panggul dan kandung kemih mulai berkontraksi. Akibatnya, urin yang ada di dalam cenderung terdorong dan tertekan keluar.

Hal hampir senada diutarakan oleh Dr Julianda Lee, ahli obstetrik dan ginekolog di Pasific Specialit Practise, Singapura. Menurutnya, bagian paling sensitif dari kandung kemih, yaitu the trigone, sangat dekat dengan dinding luar vagina sehingga rangsangan yang dialami selama penetrasi akan menimbulkan sensasi ingin buang air kecil. Jadi, tidak perlu khawatir jika saat melakukan aktivitas seksual Anda ingin berkemih. Namun, jika merasa terganggu, lebih baik buang air kecil dulu sebelum melakukan hubungan seks.

Mengapa vagina terasa ngilu dan geli jika disentuh setelah mencapai orgasme?
Bukan hanya wanita, pria pun seperti itu. Sesudah ejakulasi, pria pun akan geli bila disentuh puting payudaranya. Orgasme membuat persyarafan di daerah alat vital sedang dalam kondisi terangsang tinggi sehingga bila ada rangsangan baru akan menyebabkan rasa ngilu atau geli.

Apakah vagina yang melebar setelah melahirkan dapat dirasakan oleh suami?
Ya, memang betul kecenderungan ini bisa terjadi sehingga elastisitas dari otot-otot di sekitar dasar panggul yang biasanya disebut otot dasar panggul akan berkurang. Akibatnya, kelenturannya terasa mengecil. Namun, pada wanita yang sehat dan rajin berolahraga, sebenarnya menurunnya elastisitas ini akan kembali lagi ke keadaan semula dalam beberapa waktu kemudian. Ada senam khusus yang disebut senam kegels yang membantu mempercepat kembalinya elastisitas otot-otot dasar panggul pada wanita dan membuat otot-otot panggul menjadi kencang. Tanyakan pada ginekolog cara yang tepat untuk melakukannya. Otot yang kencang akan membuat kontraksi ketika orgasme lebih kuat, otomatis kenikmatan melakukan hubungan intim akan terasa lebih lama.

Apakah normal jika seorang perempuan mencapai orgasme dengan masturbasi?
Normal saja. Sama halnya pria yang bisa mendapatkan orgasmenya dengan masturbasi. Hanya saja, pada wanita bisa dibedakan, ada orgasme yang terjadi akibat rangsangan klitoris dan ada juga yang akibat rangsangan pada G-Spot.

Sementara itu, Dr Julianda Lee berpendapat, sebagian besar perempuan bisa mencapai orgasme ketika klitorisnya mendapatkan rangsangan dan sangat mudah dilakukan ketika bermasturbasi.  Jadi, tidak masalah wanita melakukan itu asalkan aman dan disetujui oleh suami. Namun, jika ingin mendapatkan orgasme ketika sedang berhubungan seks, lebih baik mencoba posisi yang lebih memusatkan rangsangan pada klitoris atau disebut coital alignment technique seperti posisi doggy style.

Namun, sebenarnya, saat melakukan hubungan seksual wanita bisa mendapatkan orgasme dari rangsangan ke klitoris dan juga ke g-spot. Orgasme karena rangsangan ke klitoris disebut orgasme klitoral, sedangkan yang ke g-spot disebut orgasme vaginal. Kalau bisa keduanya dilakukan berbarengan akan lebih asyik lagi bagi wanita. Karena orgasmenya menjadi dobel alias ganda (berlipat kali). Untuk ini banyak teknik yang bisa dilakukan yang intinya bisa mengenai kedua tempat tersebut secara bersama. Caranya, ya dengan melatih keterampilan bersama.

Jadi posisi bercinta dengan gaya doggy style tidak berbahaya?
Sepanjang pasangan dalam kondisi sehat dan normal, tidak ada posisi bercinta yang berbahaya. Yang penting kita dan pasangan bisa menikmati permainan tersebut. Posisi doggy style ini juga mempunyai kelebihan untuk wanita yang letak rahimnya menekuk ke belakang (retrofleksi). Dengan posisi bercinta ini akan lebih memudahkan untuk terjadinya kehamilan. Sebab, sperma lebih mudah menemui sel telur.

Apakah normal orgasme seorang perempuan didapatkan dalam waktu lama saat berhubungan intim dengan pasangan, tapi cepat saat masturbasi?
Bisa saja karena wanita memang pada dasarnya butuh waktu yang lebih lama dibandingkan pria untuk bisa mencapai keadaan "panas." Perlu dipahami, dengan masturbasi rangsangan biasanya langsung tertuju ke daerah alat kelamin dan tempat-tempat tertentu sehingga memudahkan terjadinya orgasme.

Sering kali wanita ingin mencoba melakukan variasi gaya dalam hubungan seksual, tetapi khawatir dengan pandangan pasangannya?
Kenapa tidak berani mencoba? Ingat, salah satu kunci kelanggengan rumah tangga adalah kehidupan seks yang sehat dan rutin. Kalau dengan pasangan sendiri, seharusnya tidak ada hambatan lagi untuk melakukan variasi apa pun. Tentu saja yang sehat dan aman bagi keduanya. Suami juga senang lo kalau istrinya bisa melakukan gaya-gaya bercinta yang variatif dan di luar kebiasaan. Namun, sekali lagi, inti berhubungan intim adalah dua-duanya menikmati. Pada hemat saya, buat apa melakukan gaya yang aneh-aneh jika salah satu di antara kita tidak bisa menikmatinya? Padahal, gaya bercinta yang dilakukan tujuannya untuk kenikmatan bersama.

(Gazali Solahuddin)


BERITA LAIN: