Sabtu, 26 Juli 2014
Mengatasi Telapak Kaki Pecah-pecah
Kamis, 23 Juli 2009 | 09:47 WIB
|
Share:
shutterstock

Gunakan batu apung untuk mengikis kulit mati yang menumpuk di tumit.

KOMPAS.com — Masalah seputar kaki yang kerap kita alami adalah telapak kaki pecah-pecah. Penyebab kondisi telapak kaki yang pecah-pecah ini ada dua, yakni internal dan eksternal. Faktor internal, di antaranya usia dan gangguan hormonal. Bertambahnya usia seseorang membuat kondisi tubuhnya  mengalami penurunan kualitas, termasuk kaki, sehingga rentan mengalami berbagai permasalahan. Sedangkan faktor eksternal, antara lain perubahan cuaca yang drastis dan pemakaian sabun atau deterjen. Kandungan soda dalam deterjen menyebabkan kulit kaki kehilangan kelembapannya dalam jumlah besar, sehingga membuatnya jadi sangat kering dan akhirnya pecah-pecah.

Perawatan yang bisa dilakukan sebenarnya sederhana saja:
* Senantiasa menjaga kelembapan kulit kaki.
* Lakukan perawatan kaki secara teratur, setidaknya 2 minggu sekali, menggunakan produk perawatan khusus untuk kaki yang berkualitas baik. Kita bisa melakukan perawatan sendiri di rumah ataupun di salon khusus yang menyediakan jasa perawatan kaki.
* Untuk perawatan dasar, cuci kaki sampai betul-betul bersih setiap kali mandi, dan jangan lupa handuki sampai benar-benar kering, terutama sela-sela jari kaki.
* Untuk perawatan rutin, cukup luangkan waktu sekitar 20-30 menit.  Rendam kaki dalam wadah berisi air hangat yang telah ditambahkan beberapa tetes desinfektan. Gosoklah jari-jari kaki dengan sikat lembut. Sementara untuk bagian tumit yang pecah-pecah, gosoklah menggunakan batu apung atau alat penghalus telapak kaki yang biasanya dijual di gerai-gerai kecantikan. Alat ini mampu mengelupaskan bagian kulit yang kering pada tumit.
* Dianjurkan setiap malam seusai membersihkan kaki gunakan foot lotion yang mengandung emollient ataupun lidah buaya yang bersifat menyejukkan. Malam hari merupakan waktu yang paling tepat untuk merawat kulit karena saat itulah kulit memperbaiki dan membangun kembali sel-selnya yang telah rusak. Bisa juga menjatuhkan pilihan pada krim atau losion yang mengandung lanolin dan provitamin D. Kandungan bahan-bahan ini akan sangat membantu melembutkan kaki yang sangat kering.
* Lakukan pemijatan kaki seusai mengoleskan losion agar peredaran darahnya lancar. Peredaran darah yang lancar berarti menjamin kaki mendapat kecukupan nutrisi.
* Jangan bertelanjang kaki di tempat yang lembap atau becek. Telapak kaki yang kelewat sering bersentuhan langsung dengan lantai juga rentan menyebabkan kulit kaki pecah-pecah.
* Gunakan sepatu kulit lembut atau berbahan kain yang memungkinkan kaki tetap dapat “bernapas”.
* Jangan menggunakan sepatu tertutup sepanjang waktu. Jadi, sesekali lepaskan sepatu agar terjadi pertukaran udara. Sedapat mungkin selingi pemakaian sepatu tertutup dengan sepatu model terbuka. Selain jadi mudah sangat kering, kaki yang tertutup sepanjang hari juga akan memunculkan aroma tak sedap.

Narasumber: Dr Maria Dwikarya, SpKK, dari Klinik Tomang, Jakarta Barat

(Theresia Puspayanti)


BERITA LAIN: