Kamis, 24 Juli 2014
Arti Nama pada Label Kosmetik
Jumat, 4 September 2009 | 16:54 WIB
|
Share:
shutterstock

Jangan malas untuk memerhatikan label kosmetik yang akan Anda beli. Sesuaikan dengan kondisi dan tipe kulit Anda.

KOMPAS.com — Beragam cara dilakukan untuk menjadi produsen kosmetik terbaik. Namun, tak semua bisa kita gunakan. Pahami arti label-label yang tertera pada kemasan kosmetik untuk memilih kosmetik yang terbaik untuk kulit Anda. Berikut adalah di antaranya:

Alcohol Free. Ada beberapa perusahaan kosmetik yang menggunakan alkohol pada produknya untuk membantu membuat kulit kering. Ethyl alcohol adalah jenis alkohol yang sebaiknya dihindari. Namun, meski beberapa kosmetik memasang label alcohol free, mereka bisa saja menggunakan jenis alkohol yang lain, seperti cetyl, stearyl, cetearyl, atau lanolin alcohol. Jenis-jenis ini dikenal juga dengan fatty alcohol yang efek pada kulitnya berbeda dengan ethyl alcohol. Sementara itu, isopropyl alcohol, yang sering kali dicap sebagai zat yang membuat kulit kering, sudah sangat jarang sekali digunakan pada produk kosmetik.

Cruelty-free atau Not Tested on Animals. Meski pernyataan ini mengimplikasikan bahwa produk tersebut belum dites pada hewan, dalam titik tertentu, ada zat yang terkandung di dalamnya telah diujicobakan pada hewan. Coba cari kata "no new testing" atau "not currently tested".

Hypoallergenic. Produk-produk semacam ini diklaim oleh perusahaan pembuatnya sebagai produk yang tak mencetuskan reaksi alergi dari kebanyakan produk kosmetik lainnya. Namun, belum ada standar federal atau definisi dari mana pun bahwa produk yang dilabeli kata tersebut benar-benar tidak menimbulkan iritasi terhadap kulit sensitif dari kosmetik lainnya.

Noncomedogenic. Ini mengartikan bahwa isi kandungan dari kosmetik ini tidak mengandung bahan yang bisa menutup pori-pori yang menjadi penyebab jerawat ataupun komedo.

Selain label-label klaim seperti disebutkan di atas, sebuah kosmetik seharusnya diikuti dengan daftar zat yang terkandung di dalamnya. Produsen harus mencantumkan zat-zat apa saja yang terkandung, baik yang terbanyak maupun terkecil sekalipun. Selain itu, perusahaan juga wajib mencantumkan tanggal kedaluwarsa kosmetik. Atau setidaknya, berapa lama usia kosmetik tersebut bisa terpajang di rak atau sejak pertama kali dibuka. Untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan, para produsen sebaiknya mencantumkan pula cara penggunaan yang benar dan cara penyimpanan agar kualitas produk tidak menurun sebelum waktunya. 


BERITA LAIN: