Senin, 22 September 2014
Waspadai Benjolan Tak Menyakitkan di Payudara
Selasa, 8 September 2009 | 13:45 WIB
|
Share:
shutterstock.com

JAKARTA, KOMPAS.com — Jika Anda memiliki benjolan pada payudara, tetapi tidak merasa nyeri, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Pasalnya, salah satu indikasi kanker payudara adalah terdapat benjolan tanpa rasa sakit.

"Kalau pada payudara ada benjolan lunak dan tidak terasa nyeri, segera periksa. Dikhawatirkan, itu kanker," kata dr Walta Gautama, SpBK (K) Onk, divisi bedah Tumor RS Kanker Dharmais, di RS Dharmais, Jakarta, Selasa (8/9).

Ia menuturkan, semakin keras dan nyeri akibat benjolan yang ada pada payudara, maka semakin kecil kemungkinan benjolan itu adalah tumor. Pasalnya, benjolan kanker pada payudara tidak menyebabkan rasa nyeri. "Banyak pasien yang salah sangka. Mereka pikir kalau benjolan tidak nyeri itu aman, yang nyeri justru yang berbahaya. Padahal, anggapan itu salah," ungkap Walta.

Ia menyesalkan, akibat anggapan tersebut, banyak pasien yang menganggap enteng benjolan yang ada itu dan baru berkonsultasi setelah mengalami stadium lanjut.

Ia menerangkan, besarnya benjolan tergantung pada staging atau stadium kanker payudara. Stadium 0, sangat dini, benjolan belum teraba. Stadium I, ukuran benjolan kurang dari 2 cm. Stadium II, ukuran benjolan meningkat menjadi 2,5 cm, Stadium III, benjolan membesar menjadi lebih dari 5 cm. Kemudian pada stadium IV, benjolan bisa lebih dari 5 cm.

Menurutnya, setiap wanita harus melakukan screening pada payudara mereka sendiri. Hal tersebut dimaksudkan untuk mendeteksi secara dini kemungkinan terkena kanker payudara. Waktu yang tepat untuk melakukan screening adalah tujuh sampai sepuluh hari setelah selesai menstruasi. "Pada saat itu, hormon telah kembali normal sehingga, jika terdapat benjolan yang mencurigakan, akan segera terdeteksi," kata dia.


BERITA LAIN: