Kamis, 2 Oktober 2014
Olahraga Saat Menstruasi
Rabu, 23 September 2009 | 10:56 WIB
|
Share:
shutterstock

Lakukan olahraga yang ringan seperti jalan kaki atau treadmill.

KOMPAS.com - "Saya termasuk penggila olahraga. Saat mens pun saya tetap giat melakukannya. Tetapi seorang teman baru saja mengatakan pada saya bahwa ada olahraga-olahraga tertentu yang tidak boleh dilakukan saat sedang mens. Sayangnya dia tidak bisa menyebutkan contohnya. Memang betul, Dok, ada larangan melakukan olahraga tertentu saat datang bulan? Apa sajakah itu, dan kenapa?" Demikian surat dari Rinawati, Depok.

Untuk diketahui, haid secara kasar adalah pengeluaran darah dari uterus karena tidak terjadinya pembuahan. Haid bukanlah suatu penyakit.  Karena haid mengeluarkan darah dan tergantung dari jumlah darah yang keluar, ini akan menentukan apakah Anda menjadi lemas, berkunang-kunang, jantung berdebar, atau terganggu tidur. Dengan atau tanpa olahraga, haid tetap akan keluar.

Menurut dr R. Soetomo Slamet Iman Santoso, ahli penyakit dalam, saat haid jumlah darah kita pasti akan berkurang. Larangan berolahraga saat haid sebenarnya tidak mutlak. Artinya, jika Anda suka olahraga jalan santai, dan tidak pernah pusing atau berkunang-kunang, saat haid pun Anda dapat melakukannya. Tetapi apabila olahraganya menguras tenaga, misalnya badminton atau tenis, ia akan punya banyak pengaruh. Selain darah yang keluar, keringat pun bercucuran, sehingga ada komponen cairan, Na, Cl, dan air ikut keluar. Ditambah lagi jika Anda berlarian ke sana-kemari, bisa timbul "kekejangan" pada kandungan Anda hingga ada kemungkinan haid Anda akan bertambah banyak dan Anda akan merasakan lemah.

Adanya larangan-larangan olahraga pada saat haid adalah demi kesehatan Anda sendiri, dan demi kenyamanan orang lain. Misalnya, berenang, walau dengan pembalut wanita yang ketat sekali pun, air dapat masuk ke dalam pembalut tersebut. Selain itu karena air yang ada di kolam renang bukan milik Anda sendiri, maka Anda akan mudah terkena infeksi, meskipun air tersebut relatif steril. Sebaliknya, orang lain yang tidak haid akan mendapatkan air yang tidak baik.

Jadi olahraga yang boleh Anda lakukan adalah olahraga ringan, misalnya jalan kaki atau olahraga yang tidak melibatkan orang lain. Menurut dr Soetomo, sebaiknya orang yang sedang haid tidak melakukan pekerjaan atau olahraga yang membebani kekuatan dirinya sendiri.


BERITA LAIN: