Rabu, 16 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Tinggalkan Gula Buatan, Pilih Madu Saja
Jumat, 25 September 2009 | 18:11 WIB
|
Share:
Simpan madu dalam tempat bersuhu ruang.

KOMPAS.com - Sejak lama, madu diagung-agungkan sebagai pemanis alami yang baik bagi kesehatan kita. Selain karena rasanya yang nikmat, konsumsi madu yang banyak juga tak akan menimbulkan efek buruk bagi tubuh kita di masa mendatang. Ini yang membuatnya jauh lebih unggul dibanding jenis pemanis lainnya. Sebagai pelengkap makanan, madu juga mampu menahan kelembapan apabila dioleskan di permukaan makanan. Hasilnya, hidangan tersebut tak akan cepat kering atau kusam. Kelezatannya pun terjaga lebih lama.

 

Di pasar swalayan, kita bisa menemukan bermacam-macam jenis madu. Ada yang cair, ada pula yang kental. Secara umum, kita bisa menandai bahwa madu yang berwarna coklat gelap biasanya memiliki rasa manis yang lebih kuat. Ditambah lagi, kandungan antioksidannya lebih banyak ketimbang madu yang berwarna emas terang.

Banyak orang mengonsumsi madu sebagai pemanis dalam teh atau jenis minuman lain. Selain itu, kerap digunakan sebagai pengganti selai saat menyantap roti. Yang jarang kita tahu, madu juga cocok ditambahkhan pada jenis hidangan lain, seperti saus barbecue, sup kacang, salad buah maupun sayur, serta granola. Maka, segeralah beralih pada madu untuk memuaskan selera kita akan makanan bercita rasa manis. Tinggalkan gula buatan yang selama ini kita konsumsi.

Menjaga kualitas madu
* Simpan dalam tempat bersuhu ruang, dan terhindar dari pancaran sinar matahari langsung. Jangan menyimpannya di lemari es, agar komposisi madu tak berubah, dan kandungan gizinya tak rusak.

* Jika madu yang disimpan dalam stoples tampak mengkristal, masukkan stoples ke dalam mangkuk berisi air panas. Goyangkan terus hingga madu yang mengkristal tampak mencair kembali.

* Saat menyendok madu, lapisi dulu permukaan sendok dengan sedikit minyak. Madu jadi tak menempel lama di sendok.

 

(Lorna Sass/Alia An Nadhiva/Prevention Indonesia)