Senin, 21 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Ini Harapan untuk Tim Ekonomi Baru
Edj | Senin, 19 Oktober 2009 | 07:30 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebagian besar pengusaha dan ekonom menyambut baik figur calon menteri ekonomi yang bakal masuk kabinet 2009-2014. Mereka sepakat menilai, figur calon yang telah dipanggil ke Cikeas itu memiliki pengalaman dan kemampuan di bidangnya.

Hanya saja, bekal kapasitas saja tidak cukup. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mendesak pemerintahan SBY-Boediono bisa langsung bekerja. "Kami sudah ketinggalan dari negara lain," katanya. Ia meminta, sektor pertanian dan energi menjadi fokus program perekonomian mendatang.

Sekretaris Jenderal Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Toto Dirgantoro juga berharap, para menteri terpilih lebih fokus memperbaiki kebijakan. "Banyak kebijakan yang sudah disepakati pada periode kemarin tidak berjalan," ujarnya.

Salah satunya adalah masalah perizinan satu atap atau one stop services. Saat ini, perizinan kegiatan ekonomi masih tumpang tindih antara pemerintahan pusat dan daerah. Akibatnya, pengusaha dan investor asing gamang menanamkan duitnya di Indonesia.

Masalah kelancaran arus barang juga harus jadi sorotan. Hambatan infrastruktur serta pasokan listrik dan gas membuat pengusaha merugi. "Ini harus jadi perhatian para calon menteri. Pekerjaan ini tidak mudah," ujar Toto.

Haryadi B Sukamdani, Wakil Ketua Kadin Indonesia Bidang Fiskal, Moneter, dan Kebijakan Publik, menyuarakan pentingnya reformasi birokrasi. "Kemampuan sumber daya manusia di pemerintahan masih buruk," ujarnya.

Adapun Fauzi Ichsan, ekonom Standard Chartered Bank, menegaskan, tantangan terberat kabinet berikutnya adalah percepatan pembangunan infrastruktur. "Anggarannya sudah ada, tapi realisasinya sangat lemah," ujarnya. (Hans Henricus, Yohan Rubiyantoro, Lamgiat Siringoringo/Kontan)