Senin, 21 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Wajah Lama dan Baru di Tim Ekonomi SBY
Edj | Senin, 19 Oktober 2009 | 09:39 WIB
|
Share:
Calon menteri, Sri Mulyani Indrawati menjalini tes kesehatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Minggu (18/10). Tes ini meliputi pemeriksaan kesehatan jasmani yang digunakan sebagai syarat untuk menjadi menteri yang akan memimpin departemen di bawah pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selama lima tahun ke depan

BOGOR, KOMPAS.com — Teka-teki siapa yang bakal duduk di jajaran menteri ekonomi Kabinet Indonesia Bersatu II mulai terkuak. Meski tidak menyebut posisi pasti, sejumlah kandidat yang dipanggil presiden dan wapres terpilih, Susilo Bambang dan Boediono, sepanjang Sabtu (17/10) dan Ahad menjabarkan tugas-tugas yang bakal diemban jika mereka menjabat menteri kelak.

Beberapa wajah lama tampaknya masih akan menghiasi tim ekonomi di kabinet berikutnya. Sebut saja Sri Mulyani Indrawati, Mari Elka Pangestu, dan Djoko Kirmanto yang masing-masing tetap diplot sebagai Menteri Keuangan, Menteri Perdagangan, dan Menteri Pekerjaan Umum. "Pak SBY dan Pak Boediono memberikan kepada saya kepercayaan penuh untuk terus di bawah arahan beliau," kata Sri Mulyani seusai menjalani tes wawancara di kediaman pribadi SBY, Puri Cikeas, Bogor.

Namun, tampaknya, bakal banyak wajah baru di jajaran menteri ekonomi Kabinet Indonesia Bersatu II. Darwin Zahedi Saleh, Ketua Partai Demokrat Bidang Ekonomi dan Keuangan, kemungkinan besar bakal menjabat Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas. "Kami membahas perekonomian dengan fokus investasi, kesejahteraan rakyat, target pertumbuhan, infrastruktur, dan energi," ujar Darwin, Minggu.

Wajah baru yang juga akan bergabung dalam tim ekonomi SBY-Boediono adalah Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri MS Hidayat, yang tidak tertutup kemungkinan bakal mengisi kursi Menteri Perindustrian. "Pak SBY dan Pak Boediono meminta saya memaparkan soal industri," ungkapnya.

Lalu, Direktur Utama Perum Bulog Mustafa Abubakar kelihatannya akan menduduki kursi Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara, menggantikan Sofyan Djalil. "Saya dimintai pandangan seputar kinerja BUMN, seperti potensi kerugian dan manajemen pengelolaan perusahaan," ujarnya.

Cuma, ada wajah lama yang bakal mengisi pos baru, yakni Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa yang kemungkinan bakal menempati bangku Menteri Koordinator Perekonomian. "Saya sendiri belum tahu, yang jelas di bidang perekonomian," katanya.

Sementara itu, Komisaris PT Pertamina Gita Wirjawan hampir pasti menjadi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Soalnya, dia mengaku diberi amanat untuk melakukan segala sesuatu yang berhubungan dengan peningkatan arus modal dari luar negeri dan investasi di Indonesia, khususnya untuk menggerakkan sektor riil.

SBY menilai, sejauh ini semua calon menteri yang telah menjalani tes wawancara sudah memenuhi standar menjadi seorang menteri. "Saya boleh mengatakan meet the standard," ujar SBY. (Hans Henricus, Yohan Rubiyantoro, Lamgiat Siringoringo/Kontan)