Jumat, 25 Juli 2014
Anak Berkarier Sebagai Model, Baikkah?
Jumat, 6 November 2009 | 17:30 WIB
|
Share:
shutterstock

Anak berprofesi sebagai model sejak dini harus terbiasa dinilai berdasarkan penampilannya. Baikkah ini untuk pertumbuhannya?

KOMPAS.com - Menurut laporan Wall Street Journal, saat ini semakin banyak anak-anak yang berkarier ke dunia modeling. Jika Anda perhatikan, semakin banyak orangtua yang berlomba-lomba membuat anaknya terkenal lewat media televisi atau modeling. Tak heran, saat ini makin berjamur sekolah atau kursus-kursus modeling untuk anak. Tetapi, apakah hal ini baik untuk si kecil?

Namun, semakin banyaknya anak yang terjun ke dunia modeling, makin ketat pula dunia persaingan mereka. Tak ayal, ini pun banyak membuat anak-anak mengalami penolakan sejak usia dini. Meski anak-anak terbiasa mengalami penolakan dalam hal-hal yang umum, seperti tidak diajak bermain saat permainan berkelompok, atau ketika ibu guru tidak memilihnya untuk unjuk bakat di depan kelas, namun ketika penolakan itu terjadi berdasarkan penilaian penampilan, masalahnya menjadi lebih rumit.

Psikolog saraf dan klinis, Syd Brown, PhD, dari Bethesda, MD, AS, mengatakan, “Anak-anak yang masih kecil tak begitu memahami konsep sebenarnya yang terjadi di balik aktivitas mereka saat berupaya menjadi model. Mereka tak paham, bahwa jika bentuk tubuh mereka tumbuh di luar keinginan dunia modeling, besar kemungkinan mereka tak lagi mendapatkan kesempatan berkarya.”

Masing-masing orangtua memiliki motivasi berbeda dalam hal ini. Ada yang memang ingin anaknya berprestasi dan terkenal, sekaligus memiliki pengalaman yang banyak. Tak sedikit yang ingin mereguk keuntungan lewat potensi si kecil. Sebagian orangtua lainnya menganggap bahwa usia 18 tahun adalah usia yang sepantasnya ketika anak yang hobi berdandan ingin mulai tampil di muka umum. Sementara lainnya mengatakan, jika memang bertujuan untuk mengajarkan si kecil mengenai dunia seni, lebih baik memasukkannya ke kursus sandiwara atau tari.

Bagaimana menurut Anda? Apakah memberikan pengalaman ditolak dalam pekerjaan berdasarkan penampilan adalah cara terbaik untuk anak-anak belajar menghadapi penolakan? Apakah Anda memiliki anak yang berprofesi sebagai model?


Penulis :
Nadia Felicia
Editor :
din
BERITA LAIN: