Senin, 21 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Duh, Si Kecil Kok Pakai Tangan Kiri?
Felicitas Harmandini | Selasa, 24 November 2009 | 22:32 WIB
|
Share:
Si kecil hanya sedang belajar mengkoordinasikan otak kanan dan otak kirinya.

KOMPAS.com - Batita Anda kerap menggunakan tangan kirinya, misalnya saat menerima mainan yang Anda berikan padanya. Atau, saat ia meraih makanan dari atas meja. Anda sebenarnya tidak mengkhawatirkan si kecil menjadi kidal, karena tampaknya ia juga masih menggunakan tangan kanannya. Anda hanya khawatir karena kebiasaan si kecil memakai tangan kirinya ini bertentangan dengan budaya timur. Karena itu, Anda berusaha keras mengarahkan si kecil agar ia hanya menggunakan tangan kanannya.

Untuk sementara, lupakan dulu masalah budaya atau tradisi timur ini. Saat si kecil mulai menggunakan anggota badannya untuk beraktivitas, hal ini tak ada hubungannya dengan urusan etiket.  

Penggunaan tangan kanan dan kiri sebenarnya ada hubungannya dengan otak kanan dan otak kiri. Bila si kecil menggunakan tangan kiri, artinya otak kanannya yang sedang bekerja. Bila tangan kanan yang digunakan, berarti otak kirinya yang memegang peranan.

Nah, seperti Anda ketahui selama ini, otak kanan dan otak kiri memiliki fungsi masing-masing. Kecerdasan umum atau intelegensia anak, seperti kemampuan menghafal, logika, matematis, sistematis, dan rasional, merupakan dominasi otak kiri. Sedangkan otak kanan mengatur kreativitas (seperti berpikir bebas, berimajinasi, mengenal bentuk, warna, komposisi, bermusik), dan perilaku emosional dan spiritual (mengendalikan diri, berempati, kasih sayang, disiplin, daya tahan, serta suara hati dan budi pekertinya).

“Karena itu, biarkan saja kalau anak memakai tangan kirinya,” ujar dr Soedjatmiko, SpA(K), dalam Sleep Symposium di Hotel Gran Melia, beberapa waktu lalu. Saat itu, sebenarnya anak sedang belajar mengkoordinasikan otak kanan maupun kirinya.

Orangtua justru dapat membantu anak untuk menyeimbangkan otak kanan dan otak kiri si kecil dengan memberikan stimulasi. Caranya dengan merangsang suara, mendengarkan musik, membaca, mencocokkan, membandingkan, mengelompokkan, memecahkan masalah, mencoret, menggambar, dan sebagainya. Anda bahkan tak perlu menyisihkan waktu khusus untuk itu; cukup gunakan waktu kapan pun Anda mengasuh dan menemaninya.

Menyeimbangkan otak kanan dan otak kiri anak ini dapat merangsang perkembangan kecerdasan multipelnya. “Pada saatnya nanti, anak baru bisa diarahkan kapan harus memakai tangan kanannya,” sambung ketua divisi Tumbuh Kembang – Pediatri Sosial Dept. IKA FKUI-RSCM ini.

Waktu yang tepat untuk mengarahkan adalah ketika anak sudah berusia 3 tahun. Sedangkan usia 0-3 tahun merupakan golden years dimana perkembangan otak anak sedang terjadi. Bila pada periode tersebut ia mendapat stimulasi yang baik dari lingkungan, tentu perkembangan otaknya akan semakin baik.