
KOMPAS.com - Akhir tahun mendekat, Anda pun musti mulai belanja untuk persiapan acara "kumpul-kumpul". Tapi, si kecil tak mungkin dititipkan selama Anda belanja. Dengan kata lain, ia harus ikut. Wah! Terbayang repotnya. Jangan patah semangat, asalkan Anda tahu triknya, bisa kok mengajak si kecil belanja tapi tetap seru. Ini tipsnya.
Ciptakan Gol-gol Kecil
Hal Edward Runkel, pengarang Screamfree Parenting: Raising Your Kids by Keeping Your Cool mengajak para orangtua untuk menyesuaikan ekspektasi mereka. Pahamilah bahwa ketika Anda berbelanja dengan si kecil, tujuan utama Anda mungkin akan sulit terselesaikan, jadi jangan terlalu berharap banyak. Karena, sulit untuk bisa efisien dengan adanya si kecil yang ikut berbelanja dengan Anda. Disarankan untuk membatasi diri Anda sekitar 1 jam dengan jumlah toko yang Anda kunjungi. Selain karena stamina anak-anak tak setinggi orangtuanya, anak-anak pun tak memiliki agenda untuk menyelesaikan kegiatan selayaknya orang dewasa. Yang bisa Anda lakukan adalah dengan mengatakan kepada si kecil bahwa Anda meminta kesabarannya. Misal, "Kita ke sini supaya Ibu bisa berbelanja bareng kamu. Ibu minta kamu untuk bersabar hingga (tunjukkan angka jarum jam) kedua jarum jam mengarah ke angka 12. Bisa, kan?" Hal ini akan membantu Anda dan dia untuk mengatur ekspektasi.
Di Luar Jam Sibuk
Coba bayangkan untuk berbelanja di pusat perbelanjaan yang super sibuk dan super ramai. Lalu lalang orang, kebisingan, dan berjibaku dengan orang ramai bukanlah hal yang menyenangkan. Anda yang sepantaran dengan orang kebanyakan saja sudah pening, bagaimana dengan anak yang tubuhnya lebih kecil, tak heran jika ia akan sering terdesak dan merasa sesak napas. Karenanya, akan lebih baik jika Anda mengajaknya berbelanja di luar jam-jam sibuk, misalkan di pagi hari sebelum banyak orang berdatangan. Kebanyakan toko akan buka sekitar pukul 10 pagi. Ditambah lagi, di waktu pagi adalah waktu ketika mood si kecil sedang baik. Umumnya di sore hari, ketika ia sudah kelelahan, ia akan sulit diajak bekerjasama dan cenderung rewel.
Permainan Menarik
Ciptakan situasi yang menyenangkan untuk si kecil agar ia tidak bosan dan tidak banyak waktu kosong. Ajak ia sedikit bermain-main. Misal, untuk yang baru mulai belajar berhitung, tanyakan ada berapa banyak kado di bawah pohon natal atau ada berapa gantungan di langit-langit. Sementara untuk yang sudah agak besar, Anda bisa tanya-tanya pendapatnya. Misal, pendapatnya untuk kado natal nenek atau kakek, dan lain sebagainya. Jangan lupa berikan pujian, misal, jika si kecil berhasil menghitung dengan benar, berikan kecupan di pipi atau tos. Jika memang perlu dan Anda butuh pengalih perhatian untuknya, siapkan beberapa mainan kesayangannya untuk dibawa. Jangan dikeluarkan semuanya. Keluarkan bergantian, agar ia tak cepat bosan.
Siap-siap dengan Darurat Kamar Kecil
Untuk anak-anak, ketika ia sudah merasa dan mengatakan harus ke toilet, maka artinya harus segera. Maka, sangat disarankan untuk Anda mengetahui letak toilet setiap saat, dan selalu membawa baju ganti.
Perjanjian di Awal Perjalanan
Sebut apa pun yang Anda mau. Entah itu negosiasi, insentif, iming-iming, atau suap, ungkapkan sedini mungkin kepada si kecil. Jangan lupa sebutkan semua ketentuannya (tentu yang ia mengerti). Misal, ia akan mendapatkan es krim ketika Ibu sudah selesai berbelanja dan ia tidak menangis atau merepotkan. Apa pun yang terjadi, jangan pernah memberikan apa yang ia mau ketika ia sedang berada di tengah-tengah rengekannya. Jika Anda mengabulkan permintaannya di tengah-tengah ledakan rengeknya, ia akan berpikir, "Jika aku berisik dan merengek keras, aku akan mendapat apa pun yang aku mau." Karenanya, akan lebih baik jika Anda membicarakan apa yang akan ia dapatkan dan yang tidak jika ia bersikap baik ataupun nakal sebelum mulai belanja. Jangan lupa untuk kreatif, dan jangan menawarkan insentif yang sama setiap perjalanan.
Jangan Menyerah
Ketika berbelanja, si kecil akan banyak melihat banyak barang-barang keren. Tak heran jika Anda akan sering mendengar kata-kata, "Ma, aku mau itu!". Namun tak ada alasan untuk Anda, sebagai orangtua untuk selalu mengiyakan semua keinginan anak Anda. Jika si kecil ternyata tipe yang banyak meminta, sudah sebaiknya Anda mengajarnya untuk mendapat penolakan. Atau, jika Anda belum tega untuk menjawab dengan tegas, pilihan lain, misal, "Coba kamu minta dulu sama Sinterklas," atau "Kalau kamu mau mainan itu, kamu harus menabung dulu. Nanti Mama ajarin caranya di rumah, ya?" Tapi, jika si kecil hanya ingin mengatakan kepada Anda bahwa ada mainan yang keren, umumnya Anda cukup mengatakan, "Iya, ya, mainannya keren". Ketika ia merengek dan terus menerus minta dibelikan, padahal Anda sudah menolak, jangan menyerah. Sekali Anda menyerah, maka ia akan terus mencari celah lagi di kesempatan berikutnya.
Siap-siap Segala Kemungkinan
Tak jarang kita akan menghadapi anak yang mendadak meledak. Saat berbelanja, upayakan jangan terlalu semangat sehingga Anda lupa memperhatikan si kecil. Sesekali perhatikan raut wajah si kecil. Apakah ia senang atau kesal. Perhatikan dan perhitungkan keluhan-keluhannya, meski terlihat hanya keluhan ringan. Karena jika diacuhkan, bisa-bisa ia meledak dan merengek di tempat. Jika memang ini terjadi, maka sudah saatnya Anda menutup acara belanja dan pulang. Maka, ketika Anda sudah tahu tabiat si kecil, ketika ia mulai menunjukkan ciri-ciri akan meledak, ada baiknya untuk Anda menanyakan apa yang ia perlukan. Umumnya keluhan ringan merupakan upayanya untuk menarik perhatian Anda.
Jangan Lepas Dari Pandangan
Entah sudah berapa kali kita mendengar berita kecelakaan yang korbannya adalah anak-anak yang terlepas dari pengawasan. Bahkan dalam waktu sangat singkat, anak bisa celaka. Karenanya, pastikan Anda tidak pernah melepaskan pandangan darinya. Apalagi rasa penasaran anak-anak masih sangat tinggi. Sebisa mungkin jauhilah pagar pembatas ketika Anda berada di atas lantai dasar, jauhi pula eskalator, dan barang-barang pecah belah. Selalu perhatikan anak Anda agar ia jauh dari celaka.
Usai belanja yang berhasil, jangan lupa untuk memujinya atas sikap baik yang ia tunjukkan. Akan lebih baik jika Anda menghadiahinya sesuatu. Nah, selamat berbelanja untuk kebutuhan akhir tahun!
