Jumat, 25 April 2014
Berinvestasi dengan Valuta Asing, Menguntungankah?
Selasa, 29 Desember 2009 | 10:12 WIB
|
Share:
KONTAN/CHEPPY A MUCHLIS

Petugas menghitung dolar AS di pasar valuta asing (Valas) Bank Mandiri, Jakarta, Jumat (10/10).

KOMPAS.com -Selama ini masyarakat lebih banyak menyimpan dananya di perbankan, dalam bentuk deposito atau tabungan dalam mata uang rupiah. Padahal bank juga dapat dimanfaatkan untuk bertransaksi valuta asing, seperti dollar Amerika, dollar Singapura, atau mata uang asing lainnya.

Memang menabung dalam bentuk mata uang asing diberikan bunga (interest) yang sangat kecil, namun dengan berinvestasi dalam mata uang asing juga bisa memberikan keuntungan yang lain.

Ada beberapa tujuan menyimpan dana dalam mata uang asing secara jangka panjang, di antaranya;
1. Berniat sekolah lagi di luar negeri.
2. Berencana untuk berwisata ke luar negeri atau menjalankan ibadah haji.
3. Ingin mempertahankan daya beli dan nilai mata uang Anda (rupiah terdepresiasi akibat mengalami tingkat inflasi yang lebih tinggi).

Bila Anda memiliki rencana-rencana tersebut di atas, maka mulailah untuk menukarkan rupiah Anda dan menyimpan dalam bentuk dollar Amerika, misalnya. Belilah secara reguler setiap bulan, sehingga Anda memperoleh dollar averaging, maka dollar yang Anda punyai memiliki harga yang rata.

Namun bila Anda ingin mengembangkan dana Anda sesegera mungkin, Anda bisa mencoba untuk "berinvestasi" (bermain) dollar memakai dana idle Anda, dengan langkah tradisional berikut:
1. Tukarkan rupiah Anda saat dollar sedang rendah, misalnya tanggal 10 November 2009, 1 US$ bernilai sekitar Rp9.400. Anda bisa bandingkan nilai tukar tersebut di bank langganan Anda atau money changer terdekat. Cari nilai yang terendah.

2. Perhatikan dengan seksama, nomor seri dollar dan periksa kondisi fisik (lembaran kertas) yang Anda terima (jangan terima yang cacat atau ada lipatan, maupun yang ada coretan).

3. Setelah Anda terima, silakan buka rekening dollar di bank atau bisa Anda simpan di safe deposit box di bank Anda.

4. Tentukan target keuntungan, seandainya Anda ingin margin keuntungan 10 persen, maka saat Rp10.340, silakan Anda "cairkan" dollar Anda ke rupiah. Lakukan ini dalam kurun waktu 1-12 bulan.

5. Jangan simpan dollar terlalu lama, melebihi 12 bulan, melainkan perhatikan selalu perubahan nilai tukar yang terjadi setiap minggu atau bulan. Ingat, jangan memakai uang belanja bulanan atau uang sekolah atau uang keperluan lainnya yang harus Anda pergunakan dalam waktu dekat.

Selama ini mungkin Anda baru menyimpan dalam bentuk rupiah, mengapa tidak Anda membuka rekening dollar dan "memainkan" dollar Anda, untuk mencari margin keuntungan atas perubahan nilai tukar yang ada. Silakan mengasah kemampuan analisis dan manfaatkan dana investasi Anda. Salah satu prinsip investasi adalah diversifikasi, dan dollar merupakan cara yang layak dicoba.

(Freddy Pieloor, CFP, Financial Cousellor/Majalah Chic)

Editor :
Nadia Felicia
TERKAIT: