Kamis, 17 April 2014
Mengatasi Kaki Kram pada Ibu Hamil
Jumat, 22 Januari 2010 | 15:00 WIB
|
Share:
shutterstock

Saat kaki kram, luruskan betis, pastikan jari-jari menunjuk ke atas, dan tumit ke arah bawah untuk meluruskan otot betis.

KOMPAS.com — Rasa sakit pada kaki yang kram amat tidak nyaman. Kaki kram sering kali terjadi pada ibu hamil. Mengapa hal ini terjadi? Apa yang bisa dilakukan untuk menghadapinya?

Ada beberapa hal yang menjadi teori penyebab kaki kram pada ibu hamil. Yang pertama adalah karena kaki sedang kelelahan karena harus menopang beban yang bertambah berat karena kehamilan. Karenanya, kram pada kaki terjadi di trimester kedua dan bertambah parah ketika memasuki trimester akhir. Alasan lainnya karena kurangnya aliran darah yang mengalir ke bagian bawah tubuh yang terhalang karena kehamilan. Peningkatan berat badan dan tekanan akibat kehamilan pada daerah uterus menghambat aliran darah ke bagian bawah tubuh. Teori lainnya menunjukkan bahwa si calon ibu kekurangan mineral dalam tubuh, seperti kalsium, potasium, dan magnesium. Studi mengatakan bahwa kekurangan mineral tadi bisa menyebabkan kram pada kaki.

Untuk membantu si ibu hamil agar lebih nyaman, Anda bisa lakukan tips-tips dari Susan Warhus MD dari bukunya yang bertajuk Darn Good Advice: Pregnancy berikut ini:

* Saat kaki sedang kram, luruskan kaki dan gerak-gerakkan kaki. Upayakan agar ujung-ujung jari mengarah ke atas, dan bagian tumit mengarah ke bawah. Ini akan meregangkan otot betis.
* Jangan memaksakan jari-jari Anda menunjuk ke bawah karena akan memperparah kram pada kaki.
* Pijat perlahan betis dengan arah ke bagian bawah kaki.
* Jika ada, berikan penghangat pada bagian betis dan bawah kaki setelah kram kaki mereda.
* Hindari berdiri dalam waktu lama untuk mencegah kram kaki.
* Jangan melipat kaki Anda saat duduk karena akan menghambat aliran darah ke kaki.
* Lakukan olahraga yang aman untuk ibu hamil, seperti berjalan kaki.
* Sesekali lakukan putaran pada bagian persendian kaki searah putaran jam dan sebaliknya untuk meningkatkan mobilitas dan fleksibilitas.
* Tambahkan asupan air putih untuk mencegah dehidrasi.
* Tambahkan menu yang mengandung kalsium, seperti susu, yoghurt, keju, dan sayuran berdaun hijau.
* Asup satu buah pisang per hari untuk menambah asupan potasium alami.
* Tanyakan kepada dokter Anda, apakah perlu menambah asupan kalsium/magnesium pada malam hari.

Penulis :
Nadia Felicia
Editor :
NF
TERKAIT: