Minggu, 21 Desember 2014
9 Pertanyaan untuk Calon Pacar
Rabu, 10 Februari 2010 | 11:45 WIB
|
Share:
shutterstock

Tanyakan beberapa pertanyaan sebelum memutuskan si dia untuk menjadi pasangan Anda.

KOMPAS.com - Ungkapan "teliti sebelum membeli" tak hanya berlaku dalam urusan bisnis. Sebelum memutuskan menjalin cinta dengan seseorang, Anda juga perlu menggelar "fit and proper test" supaya tak menyesal di kemudian hari. Berikut beberapa pertanyaan penting untuk melacak track record-nya:

1. Tempat Kencan Favorit?
Hal ini akan membantu Anda menjajaki karakter calon kekasih. Jika ia senang mengajak kencan di restoran yang sepi atau di rumah, bisa jadi dia adalah orang yang cenderung introvert (atau punya banyak pacar, jadi ia tak takut tertangkap basah saat sedang berkencan), beda dengan mereka yang hobi double date yang kemungkinan adalah gemar bersosialisasi dan berteman. Hati-hati saja kalau jawabannya blind date. Ada kemungkinan dia tipe yang senang memburu dan kencan sesaat saja.

2. Kenapa Dulu Putus?
Ini penting diketahui, meski tidak ada jaminan bahwa dia akan menjawab pertanyaan Anda dengan sejujur-jujurnya. Terutama, bila penyebab bubarnya hubungan terdahulu adalah gara-gara kesalahannya. Biar begitu, tak tertutup kemungkinan pula ia berkata jujur. Jika demikian, coba amati "modus operandi" yang mungkin muncul. Misal, rata-rata lamanya hubungan antara dia dan para mantannya adalah 3-6 bulan. Coba selidiki lagi, apa penyebabnya. Untuk melengkapi "database", boleh juga Anda mengumpulkan informasi dari sahabat dan orang kepercayaan lain.

3. Saya Ini Pacarmua yang Keberapa, Ya?
Ini pertanyaan yang sebenarnya lebih berguna untuk memuaskan rasa penasaran Anda, ketimbang membuat Anda lebih mengenal dirinya. Banyak pria yang enggan menjawab pertanyaan ini. Tapi, tak ada salahnya juga menanyakan hal ini. Sebab bagaimana pun Anda mesti menimbang-nimbang sebelum merelakan diri Anda jatuh ke pelukan seorang playboy. Meski playboy tersebut sudah mengaku insaf sekalipun. Tapi, playboy juga manusia kan bisa "khilaf" lagi.

4. Tipe Perempuan Idamannya Seperti Apa?
Idealnya sih, Anda memenuhi kriteria perempuan idamannya, baik dalam hal fisik maupun kepribadian. Begitu pula dengan dia bagi Anda. Jika "jurang" antara versi nyata dengan sosok pendamping impian terlalu jauh, terutama menyangkut hal-hal yang sifatnya mendasar, maka hubungan Anda berdua berisiko tidak akan bertahan lama. Cepat atau lambat, salah satu dari Anda akan melipir pergi demi mencari seseorang yang benar-benar pas dengan kata hati.

5. Apa Arti Komitmen Baginya?

Jawaban yang tepat untuk pertanyaan ini tergantung pada tujuan Anda mencari pasangan. Jika untuk diajak melangkah ke penghulu, maka carilah pria yang bisa diandalkan untuk memegang komitmen jangka panjang. Tetapi, bila Anda memang ingin dekat dengannya untuk sekadar bersenang-senang dan mencari "teman jalan", sah-sah saja kok bila dia mengaku sekadar ingin menjalani "open relationship". Pastikan bahwa Anda dan dia memiliki harapan yang sama dalam menjalin hubungan nantinya.

6. Kira-kira, Kamu Tertarik Join Klub Poligami, Enggak?
Manfaatkan keberadaan klub poligami yang tengah ramai dibicarakan orang untuk membuat Anda lebih mengenal dirinya. Tanyakan pendapatnya tentang klub fenomenal yang sudah beredar di Facebook ini. Kalau belum pacaran saja dia sudah "bercita-cita" punya pendamping lebih dari satu, maka ada baiknya Anda mundur teratur sebelum telanjur sakit hati.

7. Pernah Dicurangi Dalam Hubungan?

Pengalaman dicurangi pasangan bisa menyisakan trauma dan membuat seseorang jadi ekstra hati-hati dalam membina hubungan selanjutnya. Malah, dalam beberapa kasus, saking berhati-hatinya, ia bisa menjadi amat posesif terhadap pasangan yang baru. Makanya, jika si dia pernah punya pengalaman buruk seperti ini, pastikan ia sudah pulih dari patah hati sebelum Anda menjalin hubungan dengannya. Tak mau, kan, kalau kebebasan Anda direnggut paksa di kemudian hari?

8. Suka Flirting dengan Perempuan Lain?

Dalam lingkungan pergaulan, selalu ada orang-orang yang memiliki kepribadian hangat dan bersikap ramah terhadap semua orang. Pria macam begini memang paling enak dijadikan teman. Tapi, ceritanya bisa lain kalau Anda menjadi kekasihnya. Soalnya, hampir pasti tak sedikit perempuan yang salah mengartikan keramahannya sebagai upaya flirting. Anda tak mau, kan, punya pacar yang punya reputasi hobi jual pesona? Pastikan saja bahwa sikap ramah si dia dalam keseharian bukanlah upaya untuk merebut hati perempuan lain.

9. Apa Kriteria Perselingkuhan?
Sebelum menjalin hubungan, tak ada salahnya Anda membicarakan batas-batas menjalin relasi dengan lawan jenis yang dirasakan masih aman bagi Anda dan dia. Utarakan sejauh mana pertemanan Anda dengan lawan jenis. Begitu juga sebaliknya. Dari sini bisa dicari titik temunya. Sebab, batas yang terlalu ketat bisa membuat Anda sulit bernapas dan tidak leluasa bergaul. Sebaliknya, batas yang kelewat longgar juga bisa membuat Anda terlalu sering merasa was-was di kemudian hari. Tanyakan pula konsekuensi apa yang akan terjadi dalam hubungan apabila salah satu di antara Anda kedapatan berselingkuh.

(Nayu Novita/Majalah Chic)


Editor :
NF
BERITA LAIN: