Minyak dan Gas
Empat Blok Migas di Maluku Ditawarkan
Rabu, 19 Mei 2010 | 19:30 WIB
|
Share:
KOMPAS/LASTI KURNIA

Kegiatan eksplorasi migas

AMBON, KOMPAS.com - Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali menawarkan empat blok minyak dan gas (migas) yang ada di Maluku kepada investor dalam dan luar negeri yang berminat melakukan eksplorasi maupun eksploitasi

"Empat blok migas ini mulai ditawarkan Ditjen Migas Kementerian ESDM kepada para investor dalam dan luar negeri melalui lelang terbuka yang dilaksanakan di Jakarta hari ini (Rabu)," kata Kepala Dinas ESDM Maluku, Bram Tomasoa, di Ambon, Rabu.

Empat blok migas yang ditawarkan itu yakni berada Blok Aru di perairan Kebupaten Kepulauan Aru, Blok Tanimbar yang berada di perairan bagian Timur Pulau Tanimbar, Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) serta blok Selaru dan Babar, di perairan Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).

Dia mengatakan, empat blok yang dilelang Kementerian ESDM itu merupakan bagian dari 16 cekungan migas yang tersebar di seluruh wilayah Maluku.

Dia menegaskan, sesuai ketentuan yang berlaku, setelah blok migas itu dilelang dan dokumennya ditandatangani, maka perusahaan yang berniat melakukan eksplorasi maupun eksploitasi diwajibkan datang ke Maluku untuk melakukan koordinasi bersama pemerintah daerah setempat.

"Perusahaan yang berminat dan telah menandatangani dokumen lelang diwajibkan melakukan konsultasi dan koordinasi bersama pemerintah provinsi selaku pemilik dan penanggungjawab blok migas yang akan ditangani," katanya.

Tomasoa menegaskan, pihaknya sudah mengingatkan Ditjen Migas agar memberitahu para calon investor yang berminat mengelola empat blok migas itu untuk sesegera mungkin berkonsultasi dan koordinasi dengan pemprov Maluku.

Ia mengakui, potensi migas di empat blok yang dilelang itu sangat besar dan bisa dimanfaatkan hingga puluhan tahun mendatang, sehingga akan memberikan keuntungan besar bagi daerah maupun penyerapan tenaga kerja dalam jumlah besar.

Tomasoa menambahkan, hingga tahun 2010 sedikitnya 11 blok migas di Maluku sedang dieksplorasi investor asing, diantaranya blok Kumawa yang berlokasi di perairan antara Kepulauan Kei (Maluku Tenggara) dan Papua Barat, dua blok di laut Arafura Kepulauan Aru, Blok Masela di kabupaten MBD, blok Maraton di Utara Pulau Seram, kabupaten Seram bagian Timur (SBT).

Selain itu, blok Tukang Besi di bagian Utara Pulau Wetar, Kabupaten MBD yang berbatasan dengan Timor Leste dan Australia, blok Buru Barat dan blok Buru di Kabupaten Pulau Buru, blok Seram Selatan di Kabupaten Maluku Tengah, blok Weber dan Weber Barat yang membentang dari bagian selatan laut Banda hingga ke kepulauan babar serta blok Tanimbar di bagian barat Kepulauan Tanimbar, Maluku Barat Daya (MTB), serta blok Wokam di Kepulauan Aru.

Selain itu, dua blok di kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) yakni blok seram sudah dieksploitasi sejak 1969 oleh dua perusahaan yakni Kufpec dan Kalrez dengan Kontrak Karya (KK) selama 30 tahun hingga 1999 dan kemudian diperpanjang 30 tahun lagi hingga 2030.

Kufpec pun kini telah menyerahkan manajemen pengelolaannya untuk perusahaan asal China yakni Citic Seram Energy Limited (CSEL) untuk menangani pemboran sumur dengan kedalaman diatas 1.000 meter, sedangkan Calrez menangani pemboran dengan kedalaman dibawah 500 meter.

Tomasoa menambahkan, seluruh blok migas di Maluku merupakan cekungan hidrokarbon dengan potensi sangat besar untuk dieksploitasi dalam jangka waktu lama, namun dibutuhkan teknologi moderen karena keseluruhan cekungan berada di dasar laut.

Ia menambahkan, jika seluruh potensi migas ini bisa dimanfaatkan dengan melibatkan investor dalam dan luar negeri akan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat di provinsi Maluku di masa mendatang.


Editor :
ksp
BERITA LAIN: