Sabtu, 1 November 2014
Jam Tangan Belgia Masuk Indonesia
Kamis, 10 Juni 2010 | 18:36 WIB
|
Share:
ICE-WATCH

Koleksi jam tangan warna-warni Ice-watch untuk lini Sili, yang terbuat dari silikon.

KOMPAS.com - Pernah mendengar nama Ice-watch? Ini adalah satu merek jam tangan baru kreasi produsen yang berasal dari negara produsen makanan cokelat, Belgia. Di negeri inilah, Jean-Pierre Lutgen, bermimpi untuk membuat sebuah jam tangan yang berbeda dari yang lain. Sebuah jam tangan yang gaya, berbeda, untuk anak muda, bisa digunakan untuk berekspresi, tetapi tetap ringan. Di tahun 2007, Jean-Pierre pun meluncurkan Ice-watch ke dunia internasional.

Desainnya cukup ekspresif dengan warna-warna menyala, potongannya secara garis besar, klasik, tapi memiliki detail trendi membuat jam tangan Ice-watch menarik untuk dimiliki, bahkan kini, tak sedikit orang yang mulai mengoleksinya. Tak heran, karena, menurut pemiliknya, konsep Ice-watch lahir dari ide untuk menghadirkan jam tangan yang beraneka ragam warna dengan bahan plastik untuk menghilangkan kesan monoton dan "berat" di tangan pengguna. Bisa dibilang, koleksi ini cocok untuk mereka yang remaja hingga usia 35 tahunan.

Hanya dalam 3 tahun, dan tentu dibantu dengan promosi yang tak hanya diam, merek jam tangan ini kini sudah ada di kurang lebih 30 negara, dengan penjualan 2.000 point of sales. Dalam pemberitaan kepada pers bahkan disertakan bukti bahwa sudah banyaknya artis-artis, serta pemotretan majalah untuk halaman majalah fashion kelas tinggi yang melibatkan jam tangan Ice-watch. Kini, Ice-watch mulai masuk pasar Indonesia.

Dibanding jam setipenya, Ice-watch memang dinilai memiliki keunggulan. Misal, warnanya yang beragam, sehingga cocok untuk anak muda yang ingin gonta-ganti warna, sesuai mood. Bentuk desainnya tak kaku, tapi juga tidak terlalu berlebihan. Bahan yang digunakan kebanyakan antara lain; silikon, polycarbonate, dan plasceramic, sehingga membuat jam tangan ini ringan dan tak terlalu mahal. Sementara untuk mesin, Ice-watch dikabarkan menggunakan mesin jam tangan dari Miyota Jepang, yang konon lebih baik ketimbang mesin jam tangan kebanyakan.

Namun, memang, jika ditilik dari harga, tidak pula bisa disandingkan dengan produk jam tangan Jepang yang menuju pada pasar yang sama. Jika disandingkan dengan produk jam tangan Eropa, memang Ice-watch bisa dibilang lebih terjangkau. Selain itu, Ice-watch juga menawarkan kemasan pembungkusnya untuk dikoleksi. Untuk kotak kemasannya, dibuat mirip mainan bongkar-pasang sehingga jika Anda bisa menyusun kotak-kotak kemasannya jika punya lebih dari 1 kotak kemasan.

Ice-watch memiliki setidaknya 11 lini koleksi jam tangan untuk dipilih dengan masing-masing gaya desainnya. Lini-lini tersebut antara lain; Classic (899.000), Sili (1.100.000-1.250.000), Flower (1.050.000), Gold & Silver, Chrono(1.800.000-2.490.000), Gold Rose (1.390.000-1.530.000), Stone (1.990.000-2.890.000), Ocean (1.250.000), 1844 (1.390.000-1.530.000), XXL (1.990.000), dan Neon (970.000-1.100.000). Tersedia dalam 3 ukuran diameter keseluruhan jam (bukan hanya lingkaran kaca) untuk pria dan wanita; S (diameter 38mm), M (diameter 48mm), dan Unisex (43 mm).

"Saat ini di Eropa, jam tangan fashion Ice-watch ini sedang booming, dan makin banyak pula jam tangan bermerek lain yang ikut menggunakan ide desain jam tangan dari bahan plastik. Ice-watch saat ini sudah tersedia di Metro Department Store, Sogo Emporium, dan Sogo Pondok Indah, di bulan Agustus, kami akan buka lagi di Mal Gandaria, Sogo Bali, dan Sogo Surabaya," terang Rano, Marketing dari Macindo Indonesia, distributor resmi Ice-watch di Indonesia.

Sekarang, pertanyaannya, mampukah Ice-watch bersaing di pasar jam tangan Indonesia yang sudah banyak kenal dengan jam tangan produksi Asia? Bagaimana dengan Anda sendiri, suka dengan desainnya?

 


Penulis :
Nadia Felicia
Editor :
NF
BERITA LAIN: