Minggu, 26 Oktober 2014
Nuansa Hitam-Putih untuk Busana Muslim
Kamis, 1 Juli 2010 | 14:15 WIB
|
Share:
BANAR FIL ARDHI

Busana karya Tom Abang Saufi di Islamic Fashion Festival yang menggunakan motif Orang Ulu pada busananya.

KOMPAS.com - Bukan tipe yang gemar menggunakan busana warna-warni? Tak masalah. Bahkan busana yang hanya terdiri dari dua warna netral, seperti hitam dan putih pun bisa terlihat elegan dan glamor. Tiga desainer membuktikannya di panggung Islamic Fashion Festival (IFF).

Melinda Looi, Milo Internazionale, dan Tom Abang Saufi adalah tiga dari sekian banyak perancang yang ikut terlibat dalam meramaikan IFF yang beberapa waktu lalu digelar di Hotel Dharmawangsa, Jakarta. Ketiganya, bersama dua perancang Indonesia, Samuel Wattimena dan Ghea Panggabean mengisi panggung IFF di hari pertama. Dalam rancangan ketiga desainer ini terdapat kesamaan, yakni penggunaan warna hitam dan putih.

Melinda Looi, merupakan perancang asal Malaysia yang mengusung tema "Batique". Ia menggunakan desain abaya yang terinspirasi dari kultur Timur Tengah namun tetap menggunakan detail budaya Asia yang terlihat dari penggunaan material dan potongan. Dalam siaran kepada media, dikatakan, bahwa ia banyak menggunakan batik dalam busananya, terlihat dari judul peragaannya. Nampaknya Melinda mencoba membuat sesuatu yang berbeda dari batik. Jika biasanya kain batik dijadikan modal kain utama, kali ini Melinda menggunakan motif batik yang berlekuk-lekuk sebagai ornamen di pinggiran kain lengan baju atau sebagai tempelan ornamen handmade. Diperkaya pula dengan detail-detail kristal.

Milo adalah desainer Italia yang memiliki ambisi untuk memajukan batik ke pasar global. Di desainnya yang dikatakan menggunakan batik Alambra, batik Wajik, dan Batik Kaktus, Milo mencoba menggunakan motif yang terlihat berbeda. Warna hitam dan putih yang jarang terlihat pada batik menjadi motif tersendiri dibuat oleh Milo. Ia mencoba menabrak beberapa motif yang memang berbeda dan menarik perhatian.

Tom Abang Saufi, desainer Malaysia yang besar di pulau Kalimantan menggunakan motif Orang Ulu yang menggambarkan siklus kehidupan pada pakaiannya. Anda bisa melihat beberapa ulir-ulir yang unik pada motif busana  bertumpuk dari Tom Abang Saufi. Kesannya yang longgar, simpel, namun tetap unik membuatnya terlihat spesial.

Inti untuk membuat busana hitam-putih tidak terlihat membosankan adalah permainan motif agar terlihat lebih menarik dan nyaman dipandang. Cara lainnya adalah dengan memadankannya dengan perhiasan yang tepat. Atau, dengan cara yang digunakan Tom  Abang Saufi, pilih potongan unik atau gunakan kain untuk diikat atau disampirkan, atau ditumpuk untuk membuat penampilan lebih terlihat menarik.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Editor :
Nadia Felicia
BERITA LAIN: