Rabu, 26 November 2014
Perempuan Lebih Menikmati Seks Menjelang 40 Tahun
Kamis, 8 Juli 2010 | 09:46 WIB
|
Share:
SHUTTERSTOCK

Menjelang umur 40, perempuan cenderung lebih memiliki fantasi seksual.

KOMPAS.com - Life begins at 40! Hm... kalimat sakti ini ternyata bukan sekadar penghiburan untuk Anda yang sedang bersiap memasuki usia kepala 4. Khususnya untuk urusan seks, karena seks di usia ini ternyata lebih nikmat untuk kaum perempuan. Enggak percaya? Ini merupakan hasil penelitian, lho.

University of Texas, yang menjaring 900 perempuan dalam suatu survei, menyatakan bahwa hanya karena fisik Anda mulai menurun, tidak berarti libido Anda ikut menurun. Hasil penelitian mereka menunjukkan, menjelang usia 40 tahun, perempuan cenderung lebih memiliki fantasi seksual.

Menurut para peneliti, hal itu disebabkan oleh naluri perempuan bahwa peluang mereka untuk hamil dan memiliki anak sudah tertutup, sehingga mengurangi kekhawatiran dan akhirnya mampu meningkatkan keinginan mereka untuk berhubungan seksual.

Dalam eksperimen sosial ini, 900 perempuan yang disurvei tersebut dibagi menjadi tiga kelompok: pertama, yang paling subur (usia 19-26 tahun), kedua yang mulai mengalami penurunan kesuburan (usia 27-45 tahun), dan ketiga, yang sudah memasuki masa menopause.
Perempuan yang termasuk dalam kelompok kedua ternyata memiliki libido yang lebih tinggi dan sifat adventurous ketimbang mereka yang masuk dalam kelompok pertama dan ketiga.

"Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perempuan dengan kesuburan yang menurun justru memiliki motivasi seksual yang lebih besar, dan perilaku seksual yang meningkat, daripada perempuan yang kesuburannya masih relatif tinggi," ujar Profesor David Buss, dari University of Texas.

Adanya penelitian ini diharapkan mampu membantu memfasilitasi pembuahan sebelum peluang hamil tertutup akibat kesuburan perempuan sudah menurun. Peneliti lain, Dr Pam Spurr, mengatakan bahwa perempuan di usia akhir 30-an sering terlihat mampu menikmati hidupnya. Ada di antara mereka mereka yang menyadari penyebabnya, ada pula yang tidak. Mereka yang menyadari hal tersebut umumnya lebih memahami tingkat kesuburannya setelah usia tertentu, dan berani mengungkapkan apa yang diinginkannya terhadap pasangan.


Penulis :
Felicitas Harmandini
Editor :
din
BERITA LAIN: