Jumat, 25 Juli 2014
10 Masalah Pada Bayi Baru Lahir
Senin, 26 Juli 2010 | 10:17 WIB
|
Share:
SHUTTERSTOCK

Tubuh mungilnya memang menggemaskan, tetapi jangan lengah, ia masih sangat rentan.

KOMPAS.com - Kehadiran seorang bayi di tengah keluarga pasti akan mengundang sejuta rasa. Bahagia, bangga, terharu, deg-degan, semua bercampur menjadi satu. Namun, di balik tubuh mungilnya, bayi pun rentan terhadap berbagai masalah kesehatan. Ditambah lagi dengan masih terbatasnya kemampuan untuk berkomunikasi, semakin menyulitkan orangtua untuk memahami masalah yang dialami buah hatinya ini.

Bayi baru lahir mudah mengalami sakit. Untuk mencegahnya menjadi problem kesehatan yang serius, sebaiknya segera memperhatikan benar kondisi fisik buah hati. Tindakan selanjutnya segera bawa dia ke dokter dan usahakan tetap hangat selama dalam perjalanan.

Nah, berikut 10 masalah utama pada bayi baru lahir dilansir dari informasi Direktorat Bina Kesehatan Anak Departemen Kesehatan RI:

1. Kejang
Masalah ini kadang sulit dibedakan dengan gerakan normal. Namun, bila Anda melihat gejala atau gerakan yang tidak biasa terjadi berulang-ulang dan tidak berhenti saat bayi disentuh atau dielus-elus, kemungkinan besar dia mengalami kejang. Gejalanya berulang-ulang dalam rupa menguap, mengunyah, mengisap, bola mata berputar-putar, kaki seperti mengayuh sepeda, mata mendelik, dan berkedip.

2. Tidak mau menyusu atau memuntahkan semua yang diminum
Kondisi ini terjadi karena bayi mengalami infeksi berat.

3. Kondisi tubuh lemah
Bayi bergerak saat hanya dipegang, hal ini menandai bayi sakit berat.

4. Demam
Apabila suhu tubuh lebih dari 37,5 derajat Celsius, bayi anda dipastikan mengalami demam. Kondisi ini dapat terjadi sebaliknya jika tubuhnya terasa dingin, dengan suhu tubuh kurang dari 36,5 derajat Celsius.

5. Sesak napas dan terus menerus merintih
Ini menandakan bayi mengalami sakit serius.

6. Pusar kemerahan hingga ke dinding perut
Ini menandakan bayi terkena infeksi berat.

7. Mata bayi bernanah banyak
Bila tidak segera diobati, bayi terancam kebutaan.

8. Diare yang disertai dengan gejala mata cekung dan kondisi tidak sadar
Jika kulit perut bayi dicubit kembali dengan lambat, hal ini menandakan dia mengalami kekurangan cairan dalam tahap kronis.

9. Feses bayi berwarna pucat

10. Kulit bayi terlihat berwarna kuning (jaundice)
Warna kuning ini terjadi akibat penumpukan zat kimia yang disebut bilirubin. Kuning pada bayi akan berbahaya bila muncul kurang dari 24 jam setelah lahir, pada umur lebih dari 14 hari, dan kuning sampai ke telapak tangan atau kaki.


(AJG/Kompas Klasika)


Editor :
NF
BERITA LAIN: