
SEMARANG, KOMPAS.com — Spa atau solus per aqua, atau terapi air yang merupakan "ritual" memanjakan diri dan relaksasi, awalnya adalah "ritual" perawatan tubuh dan luka setelah perang dengan berendam di sumber air panas. Dalam perkembangannya, spa kembali mengalami "perubahan" dari identik dengan kelas atas karena tarifnya mahal, kini dapat dijangkau kalangan menengah.
Hal ini disebabkan spa kini menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Masyarakat yang kian konsumtif mendorong pertumbuhan tempat-tempat spa yang menawarkan harga murah dengan tawaran perawatan yang beraneka macam.
Griya Cantik Tiara yang berlokasi di Jalan Thamrin, Kota Semarang, misalnya, menawarkan berbagai produk perawatan tubuh dengan rentang harga mulai dari Rp 50.000 hingga Rp 400.000. Masyarakat tinggal memilih jenis-jenis perawatan tubuh yang sesuai dengan kocek mereka.
Pemilik Griya Cantik Tiara, Sandra Ria Sari, Jumat (30/7) lalu di Kota Semarang, mengatakan, gerainya menyasar berbagai kalangan. Dia menawarkan paket-paket pelayanan dengan harga berbeda. Konsumen dapat memilih aneka paket sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan mereka.
Pada paket yang paling murah, Rp 50.000, pelanggan bisa menikmati lulur scrub. Sedangkan untuk paket lengkap pemutihan tubuh, pijat, lulur, sauna, dan masker tubuh, harganya Rp 125.000-Rp 175.000. Paket yang lebih lengkap lagi, ditambah totok, ratus, manicure, pedicure, perawatan rambut, serta relaksasi dengan aromaterapi, harganya bisa mencapai Rp 250.000-Rp 400.000.
"Pelanggan kami berasal dari berbagai kalangan karena harga yang kami tawarkan bervariasi, tergantung dari pilihannya. Sebagian besar pelanggan di tempat ini adalah perempuan bekerja atau ibu rumah tangga," kata Sandra.
Prospek besar
Sandra membuka gerai spa sejak satu tahun yang lalu di Kota Semarang setelah berhenti dari sebuah perusahaan swasta. Menurut dia, spa kini sudah menjadi gaya hidup sehingga memiliki prospek besar.
Oleh karena itu, dia pun berani melebarkan sayap usaha. Setelah membuka di Thamrin, gerai yang sama juga dibuka di Tembalang, dekat Kampus Universitas Diponegoro, Semarang. Pertimbangannya, lokasi itu mulai berkembang pesat, dan ramai oleh mahasiswa yang merupakan sasaran pasarnya. Dia melihat peluang bahwa kalangan mahasiswa pun banyak yang gemar ber-spa ria.
Andi Diana, pemimpin Griya Cantik Tiara Tembalang, mengatakan, pelanggan di lokasi itu belum begitu tinggi. Tetapi jumlah pelanggan terus bertambah. Di hari-hari biasa, misalnya, ada sekitar 10 pelanggan yang didominasi oleh mahasiswa.
"Kebanyakan mahasiswa memilih paket yang murah, yang harganya sekitar Rp 85.000-Rp 125.000. Paket itu sudah cukup lengkap. Biasanya pelanggan saya datang rutin setiap bulan," kata Diana.
Oleh karena itu, dia optimistis bisnis spa di kawasan sekitar kampus akan berkembang. Salah satu hal yang pasti, potensi di sana sangat besar.
Untuk menarik lebih banyak pelanggan, promo pun diluncurkan dengan pemberian potongan harga sebesar 10-20 persen untuk mahasiswa. Cara itu menurut Diana cukup efektif untuk menarik lebih banyak pelanggan.
