Selasa, 2 September 2014
Festival Topeng Nusantara 2010
Senin, 16 Agustus 2010 | 16:22 WIB
|
Share:
BANAR FIL ARDHI

Anak-anak menunjukkan topeng yang mereka warnai pada pameran topeng bertajuk eXpresi! yang diselenggarakan di Alun-Alun, Grand Indonesia, Jakarta, Jumat (13/8/2010). Pameran yang memamerkan sekitar 50 karya seni topeng ini akan berlangsung hingga 23 Agustus 2010. KOMPAS IMAGES/BANAR FIL ARDHI

KOMPAS.com - Banyaknya suku di Indonesia memungkinkan Indonesia menyimpan banyak seni. Dari seni musik, busana, tradisi, kerajinan, dan banyak lainnya. Seni rupa dalam bentuk topeng adalah salah satunya. Jika ditilik-tilik, beberapa budaya suku di Indonesia memiliki topeng sebagai salah satu seni yang digunakan sebagai ekspresi. Konon, topeng merupakan salah satu bentuk ekspresi seni paling tua dari peradaban manusia. Topeng memegang peranan penting dalam berbagai sisi kehidupan yang menyimpan nilai-nilai magis dan suci, karena topeng biasanya digunakan sebagai simbol dalam upacara dan kegiatan adat.

Topeng berkaitan erat dengan kesenian yang memiliki nilai-nilai luhur, seperti seni rupa, drama, sastra, musik, tari, kerajinan ukir, bahkan hingga hiburan, dan pendidikan. Perspektif itu memberikan nilai-nilai filosofis, di antaranya pesan moral dan kerohanian yang digambarkan melalui cerita dan karakter tokoh dengan ciri khas daerah masing-masing. Dalam bahasa semiotik, topeng termasuk penanda atau bentuk simbol. Keragaman makna watak manusia dapat terlihat melalui ekspresi seni topeng.

Tak ingin budaya ini terhilang, Yayasan Prima Ardian Tana, yayasan yang bergerak di bidang pendidikan, kebudayaan, dan kegiatan sosial di Indonesia bersama berbagai unsur masyarakat pencinta seni budaya akan mengangkat seni topeng ke panggung nasional. Upaya ini dilakukan melalui kegiatan Festival Topeng Nusantara 2010 yang pertama. Festival ini menampilkan berbagai rangkaian kegiatan yang dimulai bulan Agustus 2010 dan berakhir dalam sebuah puncak perayaan di Cirebon pada Oktober 2010.

Festival Topeng Nusantara 2010 ini merupakan upaya untuk melestarikan nilai tradisi budaya bangsa dan upaya peningkatan industri kreatif berbasis budaya lokal sebagai salah satu tulang punggung ekonomi rakyat. Ketidak pahaman masyarakat modern khususnya terhadap seni topeng, dikhawatirkan dapat membuat seni topeng punah atau diakui oleh negara lain.

Melalui Festival Topeng Nusantara 2010 diharapkan segenap lapisan masyarakat Indonesia turut memberi dukungan dan partisipasi dalam upaya pelestarian budaya tradisi bangsa. Juga menumbuhkan kepedulian, kesadaran dan peran aktif keluarga, masyarakat, dunia usaha, pemerintah dan negara dalam melestarikan, mengembangkan dan mempublikasikan kekayaan dan seni budaya topeng Indonesia.
Festival memberikan informasi dan publikasi seluas-luasnya kepada seluruh komponen bangsa Indonesia serta dunia internasional akan adanya kegiatan seni budaya Indonesia sebagai sebuah inspirasi kreatif dalam pengembangan seni modern ke depan.

Berikut adalah rangkaian acara Festival Topeng Nusantara 2010
Pengarsipan Data Topeng Nusantara
Mulai dari Jumat, (13/8/2010) kemarin, Festival Topeng Nusantara 2010 akan melakukan pengumpulan dan pendataan topeng nusantara dengan spesifikasi tradisi dan sosialnya, dibantu pakar budaya dan pakar topeng tradisional. Dilakukan dengan data historis dari berbagai sumber untuk kemudian didokumentasikan dengan standar internasional.

Sayembara Karya Topeng
Terbuka untuk para pelajar dan mahasiswa, diselenggarakan sayembara untuk membuat dan mengkreasikan topeng yang wajahnya bisa diunduh lewat www.topengnusantara.com/sayembara. Hadiah yang diperebutkan adalah Apple iPad.

Pameran Topeng "eXpresi!"
Terbuka untuk umum, di Alun-Alun Grand Indonesia, mulai dari tanggal 13-23 Agustus 2010, masyarakat boleh melirik pameran topeng hasil karya  seniman muda, grup kreatif, dan selebriti terpilih dari berbagai kota dan latar belakang seni yang berbeda. Partisipasi mereka merupakan bentuk dukungan untuk membantu menyampaikan pesan pelestarian budaya melalui karya nyata bernafaskan Topeng Nusantara. Sekaligus sebuah kegiatan untuk mempromosikan Festival Topeng Nusantara 2010. Pada akhir minggu, anak-anak bisa mencoba mewarnai dan berkreasi dengan topeng polos bersama Galis Agus Sunardi, seniman topeng dari Sanggar Paseban.

Kirab Budaya Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan)
Di Cirebon, pada tanggal 16 Oktober 2010, akan dilaksanakan kirab di sepanjang jalan protokol kota Cirebon, diikuti oleh 1.000 peserta terdiri dari berbagai seni tradisi Ciayumajakuning, terutama seni topeng Cirebon dan seluruh Nusantara. Kirab dimeriahkan oleh partisipasi peserta umum dengan topeng kreatif yang berakhir di Gedung Negara Cirebon, dilanjutkan dengan pesta rakyat. Di dalam Gedung Negara berlangsung upacara peluncuran Kirab Budaya Ciayumajangkuning, upacara pembukaan Festival Topeng Nusantara 2010, Festival Kuliner, Festival Kerajinan Kreatif Ciayumajakuning.

Peluncuran Buku "Jejak Topeng Nusantara"

Peluncuran buku yang memuat data topeng dari berbagai sumber data dan dokumentasi. Buku ini akan menjadi ajuan ke UNESCO untuk menjadikan topeng Indonesia sebagai warisan budaya dunia.

Semarak Pemilihan Duta Topeng

Diikuti sanggar seni se-wilayah III Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan), siswa, mahasiswa dan umum berkompetisi untuk meraih gelar Duta Topeng Cirebon yang akan tampil pada Puncak Festival Topeng Nusantara 2010.

Pentas Festival Topeng Nusantara 2010
Acara utama akan digelar pada tanggal 16 Oktober 2010, di Panggung Budaya “Cilimus 1928” Prima Resor Sangkanhurip, Kuningan. Acara ini, merupakan pertunjukan dan makan malam gala yang dikemas dengan ekslusif. Undangan yang terdiri tamu kenegaraan, kedutaan, budayawan, institusi budaya dan lainnya  akan bersama menikmati pagelaran  spektakuler yang mengkolaborasi koreografi, aksi panggung, musik, tata cahaya dan multimedia. Acara akan menggelar pertunjukan tari oleh Miroto, seniman tari topeng yang dikenal menggunakan berbagai media di tubuhnya, dalam menampilkan 5 ekspresi wajah berbeda, dan pagelaran tari topeng spesial dari penjuru Nusantara yang dipersembahkan Sanggar Taman Mini.


Editor :
Nadia Felicia
BERITA LAIN: