Sabtu, 2 Agustus 2014
Menciptakan Suasana Kerja Kondusif
Selasa, 24 Agustus 2010 | 15:26 WIB
|
Share:
SHUTTERSTOCK

Ciptakan suasana kondusif di tempat pekerjaan agar karyawan tidak menghidangkan surat pengunduran diri.

KOMPAS.com - Satu per satu karyawan mengundurkan diri. Padahal, pergantian pegawai tak hanya menghabiskan biaya namun juga menghabiskan waktu. Misalnya, biaya untuk pemasangan iklan, materi pelatihan, dan wawancara pegawai baru. Karena itu, penting untuk membuat pegawai dan anak buah Anda tetap betah bekerja di perusahaan. Maka, perlu diciptakan suasana kerja yang kondusif bagi mereka. Berikut adalah beberapa cara menjaga lingkungan tetap kondusif:

* Memahami motivasi
Untuk mempertahankan pegawai, Anda harus mempelajari hal yang penting bagi pegawai. Apa faktor motivator internal dan eksternal bagi pegawai tersebut, misalnya penghargaan, passion, tujuan, dan sebagainya.

* Membuat pekerjaan jadi hal menyenangkan

Pegawai Anda ingin menikmati pekerjaannya, maka buatlah suasana kerja lebih menyenangkan. Janganlah membuat suasana yang tegang di tempat kerja dengan sering marah, berteriak, atau menggerutu. Selain itu, menempatkan seseorang di posisi yang tepat sesuai dengan potensi dan kemampuannya adalah hal terbaik untuk meningkatkan semangat kerja anak buah Anda.

* Tunjangan dan fasilitas yang kompetitif
Selain gaji, hal ini biasanya juga menjadi hal utama yang dicari pegawai. Selain itu, tunjangan seperti asuransi kesehatan, fasilitas kendaraan, dan sebagainya membuat pegawai bekerja lebih tenang dan menunjang produktivitasnya. Akan lebih baik, jika perusahaan memberikan bonus atau pembagian keuntungan untuk meningkatkan loyalitas pegawai.

* Kesempatan meningkatkan keahlian dan pengetahuan

Pemberian pelatihan, bimbingan, tugas tim, atau pun presentasi turut membantu mereka dalam pengembangan pribadi dan menjadi penyegaran di antara kesibukan kerja. Berikan waktu khusus untuk kegiatan ini dengan kompensasi peringanan beban kerja selama kegiatan berlangsung. Jangan memasukkannya di sela-sela pekerjaan, karena justru akan menjadi tambahan beban bagi pegawai.

* Selalu hormati anak buah
Hal ini termasuk mendengarkan ide mereka, tidak mempermalukan dengan menegurnya di depan umum, menghargai kerja kerasnya, memberi penghargaan dan perayaan jika perlu ketika pegawai meraih prestasi.

* Beri kesempatan untuk keseimbangan kehidupan dan pekerjaan
Pahami bahwa setiap orang memiliki kehidupan sosial di luar pekerjaan. Meskipun perusahaan telah mempekerjakan pegawai, namun mereka berhak memiliki kehidupan lain di luar pekerjaan. Lembur atau di luar jam kerja memerlukan persetujuan kedua belah pihak. Dan berikan sedikit kelonggaran dengan kompensasi tertentu, bila pegawai memerlukan izin untuk keperluan mendesak.

* Komunikasi atasan dan bawahan
Kelancaran komunikasi sangat penting antara atasan dan bawahan, termasuk dengan perusahaan. Atasan yang sulit diajak berkomunikasi adalah hambatan besar dalam sebuah perusahaan. Libatkan juga pegawai dalam pengambilan kebijaksanaan yang berhubungan dengan pekerjaan mereka.

(Primanila Serny/Majalah Chic)


Editor :
Nadia Felicia
BERITA LAIN: