Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Cepat dan Praktis Rapikan Rumah
Nadia Felicia | Sabtu, 4 September 2010 | 11:41 WIB
|
Share:
Seluruh anggota keluarga punya hak untuk menyimpan apa yang ia butuhkan dan inginkan.

KOMPAS.com - Cek lemari-lemari dan laci-laci di rumah. Apakah ada barang-barang yang sama sekali belum pernah dipakai sejak pertama kali dibeli? Selain tak sedap dipandang mata, tumpukan barang-barang membuat rumah menjadi sempit.

Barang-barang yang termasuk kategori "tak berguna" bisa berupa majalah dan koran bekas, kardus, plastik, mainan rusak, hiasan, pajangan, pakaian yang dapat julukan "siapa tahu bisa dipakai suatu waktu", serta barang elektronik yang tak bisa dipakai lagi. Menumpuk barang dengan alasan benar sih boleh-boleh saja, asal jangan sampai menjadi kebiasaan buruk sehingga menjadikan rumah, pikiran, dan kehidupan berantakan. Rumah tak teratur merupakan simbol pemikiran tak teratur, lho.

Agar pikiran tenang dan rumah menjadi nyaman serta sedap dipandang mata, segeralah ubah kebiasaan buruk menumpuk barang-barang yang sudah tak diperlukan lagi. Mau mulai menyortir barang-barang? Begini caranya:

* Kurangi Secara Bertahap
Tentunya ada efek melegakan jika Anda memangkas barang-barang tak berguna. Karena Anda jadi memiliki ruangan yang lebih luas serta mengusir perasaan sesak yang datang dari tumpukan barang yang memenuhi semua tempat. Jangan putus asa. Lakukan saja secara bertahap. Kerjakan satu bagian saja setiap harinya.

Mulailah dari lemari keluarga. Awali dari rak paling atas. Lakukan rak per rak sehingga bila ada gangguan yang memaksa Anda berhenti, barang yang berantakan tidak bertumpuk-tumpuk. Selanjutnya lemari kamar, kolong tempat tidur, dan sudut ruangan. Sisir daerah yang kura-kura banyak terselip barang-barang tidak berguna. Biasanya, area dapur dan gudang, adalah area yang paling favorit sebagai menumpuknya barang yang tidak layak pakai ini. Kalau perlu bikin catatan, bagian mana yang harus dibersihkan agar tidak terlewatkan.

* Siapkan Wadah
Keluarkan seluruh barang dari rak laci lemari, lemari pakaian, atas lemari, sudut-sudut rumah, dan bawah ranjang, kemudian tampung dalam wadah besar seperti boks, keranjang, atau kantong plastik besar.

* Yakinkan Kegunaan Barang
Jika Anda ragu membuang salah satu barang, ajukan pertanyaan pada diri sendiri, seperti; Apakah bentuknya masih bagus? Apakah bisa diperbaiki jika sudah rusak? Apakah betul-betul diperlukan? Apakah digunakan tahun lalu? Apakah seseorang di keluarga saya memerlukan atau menyukainya?

Bila jawaban dari pertanyaan tersebut kebanyakan "tidak", maka ada 4 hal yang bisa dilakukan terhadap barang-barang tersebut; dijual, berikan pada orang lain, alihfungsikan (daur ulang), atau buang. Oleh karenanya, pisahkan barang-barang tersebut jadi 4 tumpukan sesuai dengan 4 hal tersebut.

* Menjual Barang
Saat ini, banyak orang yang menyenangi barang bekas. Apalagi dengan maraknya bazar barang loak dan konsep garage sale, barang-barang tak berguna tersebut bisa Anda suplai kepada para pedagang tersebut. Keuntungannya, Anda bisa menjadikan barang yang tak diperlukan lagi menjadi uang.

* Berikan Pada Orang Lain
Tentu ada kepuasan tersendiri memberikan barang pada orang yang akan menggunakan dan menghargainya. Namun, terlebih dulu tanyakan apakah barang yang Anda berikan akan bermanfaat bagi orang tersebut. Dengan demikian, Anda terbebaskan dari kewajiban untuk menyimpan sesuatu yang tak diperlukan.

* Daur Ulang
Beberapa jenis barang yang kehilangan daya gunanya bisa digunakan untuk keperluan lain atau dialihfungsikan. Misalnya, handuk butut bisa menjadi lap atau pel, atau botol minuman bisa menjadi pot. Namun, hati-hati, jangan terlalu banyak macam yang Anda daur ulang. Cukup yang memiliki nilai manfaat tinggi.

* Buang
Bila barang sudah tak bisa diperbaiki sama sekali, berarti barang tersebut bisa disingkirkan, sebab jika tidak, ia hanya memakan tempat dan menjadi sarang tikeus serta kuman. Sebelum dibuang, beri batas pemilikan. Apakah Anda betul-betul perlu 10 botol minuman. Bisa jadi Anda hanya butuh 5 saja. Selebihnya, buang atau gunakan untuk keperluan lain.

* Kerahkan Anggota Keluarga

Karena semua orang berhak punya kenangan, berilah tiap anggota keluarga satu buah kotak. Karena bisa jadi ada anggota keluarga yang benar-benar masih menginginkan barang tersebut, dari sisi kenangan atau manfaat barang tersebut, dari sisi kenangan atau manfaat barang itu. Ajarkan anggota keluarga cara menyortir barang seperti langkah-langkah di atas.

* Biasakan Sortir Tiap Hari
Akan lebih baik jika setiap hari Anda menyortir barang yang semestinya tidak dapat digunakan. Misalnya, jika Anda ke pasar biasakan kantong plasti atau bungkusan segera disingkirkan agar tidak menumpuk di kemudian hari. Barang sekecil apa pun jika dibiarkan lama-lama pasti akan menggunung dan memakan waktu untuk membersihkannya. Ajarkan juga pada anggota keluarga untuk mengingat cara ini.

Oleh karenanya, jangan putus asa terlebih dahulu, Anda bisa menyortir barang-barang tidak berguna di rumah dengan cara yang mudah. Rumah rapi, stres pun hilang.

(Ira Nursita/Majalah Sekar)



Sumber: Majalah Sekar