Kamis, 24 April 2014
3 Trik untuk Hubungan yang Harmonis
Senin, 13 September 2010 | 11:41 WIB
|
Share:
SHUTTERSTOCK

Ubah ucapan bernada kritik menjadi ungkap yang bernada komplain membangun.

KOMPAS.com - Dibutuhkan upaya dan usaha dari kedua pihak agar hubungan bisa berjalan dengan baik, lancar, dan harmonis. Berikut adalah 3 trik untuk menjaga agar hubungan pernikahan berjalan dengan baik menurut ilmu sains yang dituliskan oleh Tara Parker-Pope, pengarang buku For Better.

Rayakan waktu-waktu yang indah
Riset mengindikasikan, bagaimana cara pasangan menerima berita bagus sama pentingnya dengan bagaimana mereka menerima berita buruk, konflik, dan ketidakbahagiaan. Bagaimana Anda bereaksi dari keberhasilan pasangan Anda? Apakah Anda hanya memberikan senyuman tanda dukungan? Atau Anda membuatkan makan malam romantis untuk merayakan? Apa reaksi pasangan yang ingin Anda terima ketika Anda mendapatkan promosi atau keberhasilan sesuatu? Rayakanlah waktu-waktu yang membahagiakan.

Seirama dalam hubungan seksual
Dalam sebuah studi di Hawaii, para peneliti menanyakan pada para partisipan bagaimana mereka berharap pasangannya bertingkah saat sedang melakukan hubungan intim. Baik pria dan wanita sama-sama ingin pasangannya lebih terbuka dan mengungkapkan apa keinginannya. Namun, masing-masing responden juga mengakui bahwa dirinya terlalu mawas diri atau kurang percaya diri jika harus mengungkapkan kemauannya. Solusi: tuliskan 5 hal yang Anda inginkan dari pasangan selama melakukan hubungan intim. Upayakan untuk tidak berfokus pada tindakan spesifik atau posisi tertentu. Targetnya adalah untuk mengetahui perubahan umum yang bisa memberikan kepuasan bagi masing-masing. Kemudian bandingkan jawaban Anda dengan milik pasangan.

Ubah kritik menjadi komplain
Studi mengenai pernikahan mengatakan, bahwa perbedaan utama antara pertengkaran rumah tangga yang berarti dan yang tidak berarti sama sekali adalah awal mula pertengkarannya. Apakah dimulai dengan komplain atau kritikan. Contoh, "Aku berharap kita berhubungan intim lebih sering" ini adalah bentuk komplain. Bandingkan dengan kata-kata, "Kamu enggak pernah mau berhubungan seks lagi. Kamu kenapa, sih?" (kritikan dan tudingan). Perbedaan antara komplain dan kritikan memang amat tipis, namun kuncinya adalah untuk berfokus pada efek yang mengesalkan dari si pasangan agar berubah menjadi lebih baik untuk kedua pihak ketimbang mencoba "menyerang" si dia.

Editor :
Nadia Felicia