Kamis, 21 Agustus 2014
Metode Cabut Tidak Efektif, Pilih Apa Dong?
Rabu, 29 September 2010 | 12:55 WIB
|
Share:
shutterstock.com

Kehamilan bisa dikontrol asalkan pilihan kontrasepsi tepat dengan tingkat efektivitas tinggi.

KOMPAS.com — Kontrasepsi, baik hormon, barrier, maupun alternatif, memiliki tingkat efektivitas berbeda untuk mengatur kehamilan dan kelahiran. Jika Anda dan pasangan sedang melakukan perencanaan kelahiran, pilihan kontrasepsi dan tingkat efektivitasnya akan menentukan keberhasilan.

Beberapa kontrasepsi lebih dapat diandalkan daripada yang lainnya. Pilihan metode kontrasepsi inilah yang memengaruhi kemampuan untuk menghindari kehamilan tak direncanakan.

Untuk metode kontrasepsi apa pun, pengukuran efektivitas dilakukan dengan teknik pearl index. Pearl index didefenisikan sebagai jumlah total kehamilan tak direncanakan yang terjadi per 100 wanita tahun pemakaian. Jika Anda menemukan data, pearl index 0,2, ini mengindikasikan bahwa dua kehamilan terjadi per 1.000 wanita tahun pemakaian. Dengan kata lain, dua kehamilan terjadi dalam 1.000 wanita yang menggunakan metode kontrasepsi selama satu tahun.

Metode pencabutan yang digunakan sebelum perempuan melahirkan didapati memiliki pearl index 10-40. Artinya, metode ini tak cukup ampuh untuk menghindari kehamilan. Sedangkan metode yang diukur cukup ampuh adalah sterilisasi pria. Adapun sterilisasi pada perempuan memiliki tingkat efektivitas lebih rendah daripada injeksi atau implan/susuk, misalnya.

Metode lain yang juga cukup ampuh di antaranya kombinasi pil, IUS, pil progestini, IUD, patch atau semacam koyo kontrasepsi, dan cincin vagina. Metode-metode tersebut efektif digunakan sebelum perempuan melahirkan. 

Metode cap akan lebih efektif digunakan perempuan sebelum melahirkan. Namun, efektivitasnya menurun jika digunakan perempuan setelah melahirkan. Metode dengan tingkat efektivitas terendah di antaranya diafragma dan tentu saja metode pencabutan.

Metode alami memiliki tingkat efektivitas bervariasi bergantung pada jenisnya. Memberikan ASI dikatakan juga sebagai metode KB alami yang cukup efektif. Namun, ada syarat yang harus dipenuhi yang menentukan tingkat keberhasilan KB alami dengan ASI.

Kontrasepsi berhasil jika konsisten dan digunakan dengan benar
Berhasil atau gagalnya perencanaan kelahiran ini juga dipengaruhi faktor lain, yakni konsistensi dan benar atau tidaknya penggunaan metode kontrasepsi. Sederhananya, apa pun metode yang Anda pilih, jika tidak konsisten dan salah dalam menggunakannya, perencanaan kehamilan sangat mungkin gagal.

Penggunaan yang konsisten dan benar pun bervariasi. Hal ini dipengaruhi karakteristik usia, pendapatan, keinginan pengguna untuk mencegah atau menunda kehamilan, dan budaya.

(Sumber: Fact Sheet World Contraception Day Bayer 2010 Schering Pharma Indonesia)


Penulis :
Wardah Fazriyati
Editor :
Nadia Felicia
BERITA LAIN: