Minggu, 21 September 2014
Amankah Menggendong Anak Saat Hamil?
Rabu, 24 November 2010 | 12:40 WIB
|
Share:
BEST EYE CANDY

Ketika anak meronta-ronta dalam gendongan, hal inilah yang bisa menimbulkan rasa sakit di bagian perut.

KOMPAS.com — Anda pernah menyaksikan pemandangan ibu yang sedang hamil besar terpaksa menggendong anaknya yang rewel? Meski sudah dibujuk, si kakak ini terus menangis sambil meronta-ronta dan menendang-nendangkan kakinya ke perut ibunya. Orang-orang di sekitarnya hanya bisa memandang kasihan.

Sebenarnya tidak masalah ibu hamil menggendong anak, apalagi kalau si kakak memang masih sangat kecil. Namun, beberapa hal berikut sebaiknya menjadi perhatian:

* Tidak ada batasan berapa kilo beban boleh diangkat, tetapi sebaiknya Anda tidak sampai merasa kelelahan atau keberatan saat menggendong anak. Jika perut sudah sangat besar, sebaiknya beban tidak lebih dari 5 kg, lebih dari itu sebaiknya dihindari.

* Kalau memang ada orang lain yang menggantikan, sebaiknya minta tolong untuk menggantikan menggendong anak.

* Pastikan selama digendong anak tidak meronta-ronta atau menendang-nendang perut Anda.

* Kalaupun terpaksa harus menggendong, batasi waktunya 5-10 menit saja. Jangan terlalu lama hingga Anda merasa kelelahan.

* Masyarakat tertentu, seperti Jepang, Korea, dan Papua, mempunyai kebiasaan menggendong di punggung. Kalau memang bisa, itu lebih aman daripada menggendong di depan. Akan tetapi, kalau tidak terbiasa, jangan dipaksakan. Salah-salah, Anda bersama si kecil malah jatuh berbarengan.

(Tabloid Nakita/Marfuah Panji Astuti)


Editor :
Dini
BERITA LAIN: