Sabtu, 20 Desember 2014
6 Fakta tentang Puting Payudara
Jumat, 26 November 2010 | 15:06 WIB
|
Share:
SHUTTERSTOCK

Puting payudara yang ereksi disebabkan oleh otot-otot yang berkontraksi di bawah kulit.

KOMPAS.com - Semua orang memilikinya, namun orang bisa terkaget-kaget ketika melihat puting payudara. Aneh, bukan? Semua mamalia memiliki puting, karena hewan betina menggunakannya untuk menyusui anaknya. Hal inilah yang menyebabkan manusia juga merupakan bagian dari mamalia, karena kita juga melahirkan dan menyusui. Jadi, puting payudara bisa merupakan sesuatu yang sangat alami, tetapi juga sangat erotis. Anda ingin tahu fakta-fakta unik tentang puting payudara?

1. Puting adalah area yang erotis, dalam arti sangat sensitif terhadap sentuhan, dan bisa dirangsang secara seksual. Bila pria atau wanita sedang terangsang, hal ini bisa dilihat antara lain dari putingnya yang menegak. Tetapi, puting yang tegak tidak selalu berarti Anda sedang terangsang. Perubahan suhu juga bisa menstimulasi area ini untuk berdiri, terutama jika udara sedang dingin.

2. Tidak seperti penis yang sedang ereksi, yang membesar karena terisi dengan darah, puting yang ereksi disebabkan oleh otot-otot yang berkontraksi di bawah kulit. Kejadiannya sama seperti ketika bulu kuduk Anda berdiri saat Anda merasakan sesuatu yang seram. Hanya saja, pada puting, efeknya memang jauh lebih hebat. Beberapa wanita dan pria bahkan bisa orgasme hanya dari stimulasi puting payudara. Meskipun Anda tidak pernah mendapatkan orgasme hanya dari stimulasi puting, namun berfokus pada stimulasi puting biasa terjadi saat foreplay

3. Sebagian orang (sekitar 1 dari 8 orang) memiliki puting "cadangan", atau puting ketiga. Beberapa tokoh terkenal yang memiliki puting cadangan ini antara lain Lily Allen dan Mark Wahlberg. Mengapa pria memiliki puting? Jawabannya karena wanita juga memilikinya. Sejak masih di dalam kandungan hingga usia janin sekitar 14 minggu, ketika jenis kelamin mulai memisah, semua janin akan terlihat sama. Pria dan wanita dibentuk dari "template" yang sama, dan karenanya sama-sama memiliki puting.

4. Puting payudara tak ada yang sama. Masing-masing memiliki ukurannya sendiri. Beberapa orang bahkan memiliki puting yang masuk ke dalam, bukannya ke luar. Puting seperti ini tidak membahayakan kesehatan, namun membuat Anda akan sulit menyusui kelak. Warna puting juga bisa menjadi gelap akibat perubahan hormon yang disebabkan oleh kehamilan atau menyusui. Alat kontrasepsi juga bisa menyebabkan fluktuasi hormon, yang menggelapkan warna puting. Namun ada pula puting yang akan menjadi lebih gelap seiring bertambahnya usia.

5. Pada puting tidak tumbuh rambut, namun pada areola (area sekitar puting) biasanya ada. Anda baru perlu khawatir dengan tumbuhnya rambut pada payudara jika tumbuh secara tiba-tiba, tebal dan kasarnya tidak seperti biasanya, atau tumbuh langsung di puting, bukan pada areola. Jika tumbuhnya rambut pada areola mengganggu Anda, Anda bisa mencabutnya. Mencukur tidak disarankan.

6. Sebagian perempuan memiliki tonjolan-tonjolan pada areolanya (bagian berwarna kehitaman yang melingkari puting). Tonjolan ini disebut Montgomery Bodies, dan normal saja. Ada perempuan yang memiliki puting yang kecil dan areola yang lebar, yang lain sebaliknya. Apa yang disebut normal dalam hal payudara ternyata sangat luas. Jadi, Anda tak perlu khawatir soal itu. Yang wajib Anda lakukan adalah melakukan pemeriksaan payudara secara rutin, untuk mengetahui apakah ada benjolan yang bisa menyebabkan kanker payudara.


Penulis :
Felicitas Harmandini
Editor :
Dini
BERITA LAIN: