Senin, 28 Juli 2014
Kasus KDRT Cenderung Naik
Sabtu, 11 Desember 2010 | 10:15 WIB
|
Share:
SHUTTERSTOCK

Jangan sampai kekerasan seperti ini terjadi pada diri Anda.

SOLO, KOMPAS.com - Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dari tahun ke tahun cenderung meningkat. Lembaga swadaya masyarakat SPEK-HAM Surakarta mencatat, berdasarkan kasus yang ditanganinya, angka KDRT pada tahun 2010 meningkat 58 persen dibanding tahun 2009 dengan jumlah 42 kasus yang merupakan angka tertinggi selama 11 tahun terakhir. Total sejak tahun 1999, SPEK-HAM menangani 249 kasus KDRT dari total 333 kasus kekerasan berbasis jender.

Seperti diungkap Manajer Biro Institusi SPEK-HAM Surakarta Endang Listiani, faktor penyebab naiknya kasus KDRT antara lain meningkatnya kesadaran masyarakat bahwa KDRT bukan lagi hal tabu untuk dilaporkan. Keberadaan Undang-Undang (UU) Penghapusan KDRT dan UU Perlindungan Anak turut berkontribusi membentuk keberanian itu.

”Setelah timbul keberanian melaporkan, harus mulai tumbuh keberanian untuk mencegah dan menangani yang terjadi,” kata Endang, Jumat (10/12/2010) lalu.

Salah satu yang dilakukan SPEK-HAM adalah membangun pos pengaduan di tingkat kelurahan, seperti di Kemlayan (Solo), Kali Wuni (Sragen), Tacing (Klaten), dan Jatimulyo (Karanganyar).

Keberadaan Pos Pengaduan Kekerasan Perempuan dan Anak (PPKPA), seperti diungkapkan Koordinator PPKPA Kemlayan Ketty Ristini, cukup membantu untuk menyosialisasikan bentuk kekerasan guna mencegah terjadinya KDRT. Beberapa pengaduan yang dilayangkan ditangani dengan pendekatan partisipasi masyarakat sekitar. Sering kali perempuan enggan melapor ke kepolisian karena harus menyediakan banyak tenaga, waktu, pikiran, dan biaya.


Penulis :
Sri Rejeki
Editor :
Dini
BERITA LAIN: