Minggu, 4 Desember 2016

Female

Perempuan Bekerja Tak Punya Tabungan Pensiun?

KOMPAS.com Survei menunjukkan, sepertiga orang yang bekerja akan mendekati pensiun tanpa tabungan yang cukup untuk menjalani masa pensiun mereka. Satu dari empat orang di atas 50 tahun tak merasa siap memasuki masa pensiun dari sisi finansial. Sebanyak 64 persen lainnya merasa tak tahu berapa jumlah uang yang dimilikinya nanti jika sudah tak produktif. Firma jasa keuangan MetLife Europe, dalam surveinya, juga menunjukkan, kebanyakan perempuan yang bekerja tak memiliki tabungan pensiun yang layak.

Jumlah tabungan perempuan yang bekerja hanya setengah dari tabungan laki-laki bekerja. Jumlah ini belum termasuk persiapan dana pensiun bagi perempuan. Alhasil, lebih dari 4 juta pekerja di atas 50 tahun berharap masih bisa bekerja meski sudah memasuki usia pensiun.

Sementara Pemerintah Inggris mengumumkan batas usia pensiun adalah 70 tahun. Meski begitu, kenyataannya laki-laki akan pensiun dari pekerjaannya pada usia 65 tahun. Adapun perempuan bisa bekerja hingga usia 60 tahun dan setelahnya harus bersiap untuk pensiun. Lain lagi dengan pegawai negeri setempat. Rata-rata gaji bulanan pegawai negeri di Inggris dipotong 3 persen untuk persiapan dana pensiun, kata politisi Inggris, George Osborne, Oktober lalu.

Dana pensiun merupakan perhatian sekaligus masalah yang menjadi tantangan banyak pekerja di Inggris. Bagaimana dengan kita di Indonesia? Sejauh mana dana pensiun dipersiapkan? Beruntung jika perusahaan tempat Anda bekerja sudah memenuhi kebutuhan ini. Meski begitu, apakah dana pensiun dari perusahaan mencukupi kebutuhan 20-30 tahun ke depan?

Dana pensiun perlu direncanakan jauh hari. Menurut perencana keuangan, Ligwina Hananto, dalam acara bincang-bincang seputar investasi, beberapa waktu lalu, tabungan tak akan cukup memenuhi kebutuhan dana pensiun. Ligwina menyarankan investasi sebagai solusi menyiapkan dana pensiun. Apa pilihan investasinya? Jawabnya kembali lagi kepada kebutuhan dan kemampuan finansial Anda.

Editor : Dini