Selasa, 2 September 2014
Nonny Chirilda: "Sudah Item, Dekil, Kurus...."
Senin, 17 Januari 2011 | 09:07 WIB
|
Share:
KOMPAS/PRIYOMBODO

Nonny Chirilda, merintis karier modelnya dari bawah.

KOMPAS.com - ”Saya memang orang udik, jarang datang ke Jakarta, dan baru kali ini masuk ke hotel besar,” kata Nonny Chirilda. Itu kisah 17 tahun lalu ketika Nonny berusia 18 tahun dan dinobatkan sebagai Putri Ayu Indonesia, akhir tahun 1993, di sebuah hotel bintang lima di Jakarta.

Nonny kemudian menjadi model terkenal era 1990 hingga 2000-an. Sosoknya muncul di sampul majalah-majalah mode dan gaya hidup. Ia pun terbang ke Paris sampai Los Angeles sebagai model. Itu bukan kisah sukses semalam.

Nonny memang mengaku tak bisa diam. Belakangan, setelah terpilih sebagai Putri Ayu dan menjadi model itu, ia juga menjadi presenter acara di televisi dan menjadi pemandu acara alias MC berbagai acara, khususnya terkait dengan mode dan kecantikan. Ia juga bermain sinetron. Seturut pengalaman di dunia mode, ia pun mendirikan lembaga pendidikan Runway Modelling & Acting School. Ia mendirikan juga NC Management Model & Talent, sebuah agensi model. Nama NC diambil dari inisial namanya, Nonny Chirilda.

”Kelihatannya nama asing ya, tapi ini gabungan nama orangtuaku, Chairil Anwar dan Siti Nurfaedah,” kata perempuan kelahiran Pontianak, Kalimantan Barat, 14 November 1975, itu.

Nonny sejak tiga bulan lalu bermukim di kota Aleppo, Suriah. Sebelumnya ia tinggal di Hamburg, Jerman. Pekan lalu ia menengok Jakarta. Ia mengikuti suaminya, Joerg Kelling, yang bertugas sebagai salah seorang manajer perusahaan otomotif BMW di kota tersebut.

Namun, di mana pun berada, Nonny tetap mengontrol usahanya di Jakarta.

Pasangan Nonny-Kelling menikah setahun lalu, tepatnya pada 14 Januari 2010. Mereka berkenalan saat Nonny menjadi pemandu acara pada hajatan yang digelar BMW di Jakarta.

Kami bertemu Nonny pada Selasa (11/1) siang di Club Premiere Lounge, Hotel Santika, Jalan KS Tubun, Jakarta. Dari tempat santap yang terletak di lantai 10 itu, tampak hamparan panorama Jakarta dengan gedung-gedung tinggi. Kata seorang tamu asing, panorama itu mengingatkannya pada gemerlap belantara beton di Manhattan. Gemerlap panggung mode Jakarta dulu adalah impian remaja asal Pontianak bernama Nonny Chirilda. Kini, ia telah meraih impiannya setelah bekerja keras bertahun-tahun.

”Item” dan dekil
Nonny duduk di sofa. Ia tengah mencatok rambutnya yang panjang terurai. Karena rambut panjangnya itu, Nonny pernah menjadi model iklan sampo. Sebagai model, ia telah terlatih mandiri, termasuk berdandan cepat dan cermat.

”Kadang-kadang di mobil aku make up, langsung ikut fashion show,” kata Nonny sambil menggerai-geraikan rambut yang dicatok itu.

Sambil mencatok rambut, Nonny bercerita tentang masa-masa awalnya merintis karier di jagat mode. ”Dulu aku enggak punya alat pencatok seperti ini,” katanya sambil menunjukkan hairpresser, alat pencatok elektronik.

”Dulu, kalau ada show pagi, malamnya aku sudah nyatok rambut. Caranya, rambut dikasih foam, terus digulung pakai lipatan kertas koran semalaman. Paginya rambut sudah curly, ikal, he-he...,” kata Nonny mengenang sambil tertawa manis.

”Abis, dulu honor masih kecil, gimana mau nyalon. Mana datang ke acara pakai bajaj lagi....”

Nonny pada tahun 1993-1994 itu benar-benar masih hijau di jagat mode. Di catwalk saat itu model yang sedang top antara lain Okky Asokawati, Ratih Sanggarwati, sampai Larasati. Dari kota kelahirannya, Pontianak, dulu Nonny hanya bisa bermimpi untuk menjadi model terkenal di Ibu Kota seperti Ratih dan Okky. Ia sempat ragu saat membayangkan Jakarta dengan model-model yang baginya terkesan begitu gemerlap.

”Saya ini sudah item, dekil, kurus, dari kampung. Tapi, ternyata dapat jalan juga,” kata Nonny mengenang.

Jalan itu, kata Nonny, mulai terbuka ketika ia mengikuti kontes kecantikan Putri Ayu tahun 1993. Nonny saat itu, dengan polos, jujur berbicara kepada wartawan tentang keudikannya. Tapi, itulah yang membuatnya dekat dengan media massa saat itu.

Sang Putri Ayu itu kemudian ke Paris. Itulah untuk pertama kalinya ia ke luar negeri. Untuk pertama kali pula ia melihat spageti. ”Saya takut makan (spageti) karena warnanya merah semua. Aku cuma makan mi instan yang aku bawa dari Indonesia, ha-ha....”

”Ibu Martha Tilaar sampai mengingatkan, ’Nonny, kamu harus makan, nanti kamu sakit’,” kata Nonny mengenang pesan Martha Tilaar, pengusaha jamu dan kosmetika Martina Berto, penyelenggara perhelatan Putri Ayu yang membawa Nonny ke Paris itu.

Kerja keras
Nonny benar-benar merintis dari bawah. Ia menumpang di rumah neneknya di kawasan Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Sambil kuliah di Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi Trisakti, Nonny tampil di pentas-pentas mode.

”Datang ke acara, aku naik bus kota ganti tiga kali. Acaranya siang, tapi aku berangkat jam tujuh pagi dari rumah, soalnya sering salah jurusan naik bus,” tuturnya. ”Model-model lain datang diantar mobil. Mereka datang di tempat acara masih fresh. Aku sudah lemes....”

Namun, Nonny tekun, ulet, dan mau bekerja keras. Ia juga tidak ingin terpaku pada satu aktivitas sebagai model saja. Ia mencoba memperlebar usaha yang bersangkut dengan jagat model dan hiburan. Ia memandu acara, presenter televisi, dan bermain sinetron. Tahun 2004 ia mendirikan agensi NC Management Model & Talent. Ia kemudian mendirikan lembaga pendidikan Runway Modelling & Acting School. Dari lembaga ini lahir model terkenal Paula Verhoeven. Nonny juga berbisnis pakaian di bawah nama NC Collections dan Nonny By Angels. Gaun hitam yang ia kenakan dalam foto ini berlabel Nonny By Angels.

”Aku lakukan apa saja yang bisa aku kembangkan. Aku sudah biasa cari duit sendiri sejak usia 14 tahun. Aku lakukan semua ini secara otodidak dan lebih banyak tanya sana-sini.”

Nonny, misalnya, banyak belajar tentang pengelolaan agensi setelah lama bergabung dengan Pose Agency. Tentang desain, ia banyak belajar dari para desainer yang banyak dikenalnya.

”Aku harus kerja keras, kan aku orang biasa. Kalau enggak kerja, nanti bisa nyusahin orang di sekelilingku,” katanya.

”Lebih baik tangan di atas daripada tangan di bawah. Apa saja aku lakukan, yang penting halal dan bisa membantu orang,” kata Nonny.

• Kelahiran: Pontianak, 14 November 1975
• Suami: Joerg Kelling
• Pendidikan: Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi Trisakti, 1997
• Pengalaman: - Pemenang pertama Putri Ayu Indonesia 1993 - Model 1993-sekarang - Sinetron Nikita, 1996 - Sinetron Sah-sah Saja, 1997 - Pemandu acara (MC), 2004-sekarang - Pembawa acara televisi (antara lain) Trend (Antv), 2000-1004, Healthy Life (Metro), 2005 - Mendirikan NC Management Model & Talent - Mendirikan Runway Modelling & Acting School

(Frans Sartono)


Editor :
Dini
BERITA LAIN: