Sabtu, 2 Agustus 2014
Ibu Hamil Tak Perlu Minum Susu Khusus Hamil?
Rabu, 9 Maret 2011 | 15:23 WIB
|
Share:
SHUTTERSTOCK

Ibu hamil wajib minum susu, tetapi tidak harus susu khusus ibu hamil.

KOMPAS.com - "Saya sedang hamil anak pertama dengan usia kandungan 13 minggu. Saya bingung dengan larangan dari dokter kandungan saya. Dokter tersebut tidak membolehkan saya minum susu hamil atau susu biasa. Kenapa ya, Dok? Padahal setahu saya, susu itu baik untuk perkembangan bayi yang sedang kita kandung. Apalagi saya sangat kurang makan nasi. Dokter hanya memberikan obat penguat kandungan saja." (Noviarni, via e-mail)

"Saya selalu menyarankan kepada pasien saya untuk meminum susu, tidak harus susu ibu hamil, terutama bila mual berlebihan pada trimester pertama," ujar Dr Judi Januadi Endjun, SpOG, dari Subbagian Fetomaternal Departemen Obstetri dan Ginekologi RSPAD Gatot Subroto.

Mengapa susu perlu dikonsumsi, tak lain karena kandungan kalsiumnya yang dibutuhkan untuk membangun tulang pada bayi. Ibu hamil juga membutuhkan kalsium, karena cadangan kalsiumnya terserap oleh bayi. Menurut penelitian, anak yang dilahirkan oleh ibu yang banyak mengonsumsi susu akan memiliki tulang yang lebih kuat.

Susu ibu hamil yang dilengkapi dengan asam folat memang dibutuhkan, tetapi bila Anda sudah mengonsumsi suplemen (pil) asam folat, Anda tidak harus mengonsumsi susu yang khusus untuk ibu hamil. Anda juga dapat mengonsumsi susu segar (fresh milk), dan susu pasteurisasi. Bila masih belum bisa minum susu, Anda bisa mencoba produk susu, seperti keju atau yogurt.

Bila Anda kurang makan nasi, dapat diganti dengan karbohidrat lainnya, seperti kentang, ubi, talas, jagung, dan lain-lain. Jadi Anda tidak usah khawatir, Indonesia sangat kaya akan sumber bahan makanan pengganti. Saat ini kemajuan zaman membuat kita susah (dan juga mahal) mendapatkan bahan makanan yang sehat, alami, dan tidak terkontaminasi zat kimia (contoh, pestisida). Produk makanan organik sudah banyak dipasarkan (terutama di kota besar) tetapi harganya memang lebih mahal.

Pendidikan yang sederhana tetapi berbasis penelitian yang baik harus diterapkan di Indonesia karena peran nutrisi dalam kehamilan sangat penting, bahkan sebelum ibu tersebut hamil. Misalnya, asam folat harus tercukupi minimal tiga bulan sebelum hamil. Asam folat dapat mencegah kerusakan tabung saraf. Bila kurang asam folat, dapat terjadi cacat bawaan seperti janin tidak punya kepala (anensefalus) atau tulang belakangnya berlubang (spina bifida).

Dr Judi melanjutkan, kita harus sejak dini memperkenalkan kepada janin kita untuk cinta sayur dan buah-buahan (makanan halal dan sehat). Artinya saat hamil, Anda sudah memberikan contoh baik melalui pendidikan sejak di alam rahim. Setiap perempuan diharapkan dapat menyiapkan dua generasi ke depan karena di dalam indung telurnya (ovarium) terdapat sel telur sebagai cikal-bakal manusia yang akan disandingkan dengan spermatozoa yang juga harus sama baiknya (seorang laki-laki juga harus mempersiapkan dua generasi ke depan yang lebih baik). Kita harus mengubah paradigma dari sekadar makan-minum, menjadi makan-minum yang berkualitas demi kebaikan dua generasi mendatang.


Editor :
Dini
BERITA LAIN: