Sabtu, 19 April 2014
Al Quran Terpanjang Dipamerkan
Kamis, 28 April 2011 | 04:08 WIB
|
Share:
shutterstock

Ilustrasi

JAMBI, KOMPAS.com — Al Quran terpanjang di dunia karya seniman dan budayawan Kerinci, Iskandar Zakaria, akan turut dipamerkan di arena Musabaqah Tilawatil Quran Provinsi Jambi yang digelar mulai 6 Mei 2011.

"Memang rencananya akan turut dipamerkan di arena Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang tahun ini akan dilangsungkan di Kabupaten Kerinci sebagai tuan rumah. Saya sudah dihubungi," kata Iskandar Zakaria di Jambi, Rabu (27/4/2011).

Ia mengatakan, pihak panitia, Pemkab Kerinci, dan dirinya telah melaporkan kepada Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) serta Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) di Jakarta soal peminjaman karya itu untuk keperluan pameran di arena MTQ Provinsi Jambi tersebut.

Pada 1 Mei 2011, katanya, pihaknya akan ke Jakarta untuk membawa Al Quran itu menuju Kerinci.

"Bahkan rencananya pada 1 Mei mendatang kami akan ke Jakarta menjemput Al Quran tersebut yang kini disimpan dan dirawat di MURI, sebagai pihak pengelola, semenjak karya tersebut dinyatakan sebagai Al Quran terpanjang di dunia pada 2006 lalu," katanya.

Ia menyatakan bangga atas karyanya yang cukup monumental itu karena mendapat apresiasi pihak MURI dan Kemenbudpar. Pihak MURI telah memberikan sertifikat atas karya itu kepada dirinya.

Ia mengatakan bahwa Al Quran tersebut ditulis di kain sutra selama delapan tahun dengan menggunakan teknik membatik. Pekerjaan tersebut dimulai 1997 hingga 2006.

"Orientasi saya waktu itu hanya didasari atas keinginan beribadah dengan mempersembahkan karya terbaik saya untuk umat dan Kerinci. Tidak disangka ini ternyata justru bisa mendapatkan sertifikat MURI dan pengakuan dunia. Alhamdulilah," katanya.

Setelah pameran MTQ Provinsi Jambi itu usai, Al Quran terpanjang tersebut menurutnya akan dikembalikan ke MURI.

Ia mengharapkan, karya itu memberi inspirasi dan pemacu semangat setiap kafilah dan masyarakat Kerinci untuk menciptakan karya terbaik lainnya guna membangun kehidupan beragama, bermasyarakat, dan bernegara pada masa mendatang sesuai dengan bidang masing-masing.

"Mudah-mudahan kehadiran karya saya itu di Kerinci bisa menginspirasi masyarakat untuk terus melahirkan karya-karya terbaiknya sesuai dengan bidang keahlian dan profesinya masing-masing guna dipersembahkan kepada agama, kehidupan, masyarakat, dan negeri kita," katanya.

Editor :
Jodhi Yudono
TERKAIT: