Sabtu, 26 Juli 2014
Inilah Lima Legenda Kuliner Sidoarjo
Senin, 16 Mei 2011 | 17:02 WIB
|
Share:
PT UNILEVER INDONESIA

Pertunjukan tari Udang Windu khas Sidoarjo menyemarakkan acara pembukaan Festival Jajanan Bango Legenda Kuliner Nusantara Sidoarjo, Sabtu (14/5/2011).

KOMPAS.com - Kuliner khas lokal tetap bertahan puluhan tahun berkat sosok pelestari di baliknya. Adalah si pelaku bisnis kuliner yang membuat hidangan tradisi tetap tersaji hingga kini. Selain juga penggemar kuliner nusantara yang setia memanjakan lidah dengan makanan khas lokal.

Festival Jajanan Bango (FJB) 2011 bertema Legenda Kuliner Nusantara, beranjak dari Bekasi, Jawa Barat menuju Sidoarjo, Jawa Timur. Jika festival di Bekasi pada Sabtu (23/4/2011) mengenalkan Gabus Pucung Ibu Wati atau Sate Kelinci H Zaenal, lain lagi dengan FJB di Sidoarjo pada Sabtu (14/5/2011).

Memasuki tahun ke tujuh, FJB 2011 menyambangi lima kota yang belum pernah dikunjungi sebelumnya. Bekasi mendapat giliran pertama, selanjutnya menyusul Sidoarjo, Depok, Kediri dan berakhir di Malang Juli 2011 nanti. Di Sidoarjo, FJB mengangkat lima legenda kuliner lokal yang menjadi rekomendasi hidangan paling dicari di kota ini.

Jika berkunjung ke Sidoarjo, singgah saja di Warung Ijo Brongkos Bu Suprih, Tengkleng Solo Ibu Edi, Soto Tangkar H Achmad Mochtar, Rujak Soto Banyuwangi Depot Dahlia, dan Kupang Suko Pak Slamet. Lima legenda kuliner Sidoarjo inilah yang layak tampil dalam FJB 2011. Berkat konsistensi mereka menjalani bisnis makanan khas nusantara, kuliner lokal tetap lestari hingga kini.

"Bango mengajak masyarakat untuk mengenal sosok-sosok yang 'berjasa' di dalam pelestarian kuliner Nusantara dan suka-duka yang tersimpan di balik kesuksesan mereka. Seperti lima legenda kuliner dari Sidoarjo ini," jelas Senior Brand Manager Kecap Bango, Agus Nugraha dalam siaran persnya.


Penulis :
Wardah Fazriyati
Editor :
wawa
BERITA LAIN: