Sabtu, 26 Juli 2014
Harga Kopi Arabika Melemah
Kamis, 4 Agustus 2011 | 13:43 WIB
|
Share:
SHUTTERSTOCK

Betulkah lebih baik menggiling kopi sendiri daripada membeli dalam bentuk bubuk

JAKARTA, KOMPAS.com — Pada penutupan perdagangan di NYMEX harga kopi arabika ditutup melemah setelah dalam beberapa hari mengalami kenaikan harga. Harga kopi berjangka untuk penyerahan September 2011 ditutup pada level harga 2,41 dollar AS per pounds atau melemah 0,013 poin.

Melemahnya harga kopi dipengaruhi bertambahnya stok kopi setelah adanya berita akan terjadi berkurangnya pasokan kopi asal Brasil. Pasokan kopi dunia meningkat setelah adanya tambahan pasokan kopi asal India dan Vietnam.

Ekspor kopi dari India meningkat 41,6 persen. Italia, Rusia, dan Jerman adalah tiga pembeli kopi India. Vietnam pada  Agustus 2011 akan mengekspor kopi sebanyak 70.000 ton.

Sementara itu, di Kabupaten Temanggung harga kopi mengalami kenaikan karena berkurangnya pasokan kopi. Adanya cuaca yang ekstrem berpengaruh terhadap produksi kopi di Temanggung. Harga kopi robusta petik merah mencapai Rp 5.500 hingga Rp 6.000 per kilogram dari se belumnya Rp 3.500 per kilogram.  

Lalu biji kopi kering dari semula Rp 13.000 hingga Rp 16.000 per kilogram menjadi Rp 22.000 hingga Rp 23.000 per kilogram. "Namun tingginya harga kopi tidak diimbangi dengan produktivitas tanaman kopi," kata Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi, Syahrul R Sempurnajaya, Kamis (4/8/2011).

Produktivitas kopi robusta turun hingga 75 persen dibanding tahun lalu, sedangkan kopi arabika turun 50 persen . Produktivitas kopi robusta tahun lalu mencapai 1,5 ton per hektar. Namun tahun ini turun menjadi 300-500 kilogram per hektar. 

 

 


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Penulis :
Eny Prihtiyani
Editor :
Robert Adhi Kusumaputra
BERITA LAIN: