Rabu, 27 Agustus 2014
Tips Anti Cerai dalam Berkeluarga
Senin, 15 Agustus 2011 | 08:31 WIB
|
Share:
SHUTTERSTOCK

Ilustrasi suami istri

Oleh : dr Andri Sp.KJ

Mungkin sebagian dari teman-teman di sini bertanya-tanya, bergunakah tips anti cerai dari seorang yang belum genap setahun menikah ? Orang yang belum merasakan sulitnya menjaga keluarga dengan baik sehingga mampu langgeng sampai tua.

Nah kalau itu yang ditanyakan kepada saya, jawaban saya adalah saya membagi tips tentunya bukan berdasarkan pengalaman saya, tetapi dari pengalaman pasien dan ilmu dasar perilaku manusia yang menjadi keahlian saya.

Satu hal yang mendasari saya membuat artikel ini adalah bacaan menarik dari Stephen Covey dalam bukunya The 7 Habits of Highly Effective Families.

Jadilah pilot dan co-pilot

Dalam bukunya Stephen Covey mengatakan bahwa sebagai pasangan suami istri, dalam mengarungi rumah tangga bisa mengambil perumpamaan pilot dan co-pilot pesawat terbang. Beberapa hal yang beliau tekankan dan saya sendiri dapatkan dari beberapa pengalaman pasien dan analisis perilakunya adalah sebagai berikut :

1. Pelatihan

Menjadi pilot dan co-pilot butuh pelatihan. Untuk menjadi ahli dalam mengemudikan pesawat terbang seorang harus kursus sampai dinyatakan siap menjadi seorang pilot yang mampu menerbangkan pesawat. Bahkan dalam setiap penerbangan manual book selalu dibawa pilot sebagai persiapan kalau-kalau ada bahaya di dalam penerbangan. Itu pula yang terjadi dalam persiapan sebelum menikah.

Kesiapan jiwa dan raga perlu untuk memasuki pernikahan. Materi saja belum tentu cukup, kesiapan mental terutama kesiapan untuk berkomitmen adalah yang paling utama. Pelatihan ini bisa didapatkan dari kehidupan masing-masing pasangan, pola asuh dan nilai keluarga sangat berperan dalam pembentukan karakter. Masa pacaran juga terkadang bisa menjadi masa uji coba kesiapan walaupun belum tentu semuanya sama dengan masa menikah nanti.

Jangan lupa pula menambah pengetahuan dari buku-buku yang baik dalam memberikan pengetahuan tentang menjalankan rumah tangga.

2. Tujuan Yang Sama

Pilot dan co-pilot sebelum menerbangkan pesawat akan menentukan arah tujuan pesawatnya. Berapa ketinggiannya, berapa kecepatannya, arah mana yang akan ditempuh semua didiskusikan dan ditentukan sebelum pesawat berjalan. Begitu juga dengan pernikahan.

Suami sebagai pilot dan istri sebagai co-pilot juga perlu mempunyai tujuan yang sama. Tidak akan baik hasilnya jika suami dan istri berbeda tujuan. Komunikasikan tujuan ini bersama karena pesawat rumah tangga ini akan dibawa oleh kita berdua dengan pasangan.

3. Persiapan menghadapi badai

Terkadang dalam perjalanan pesawat kita menghadapi badai dan turbulensi. Untuk itu terkadang pilot dan co-pilot harus mengubah haluan pesawat atau mendarat di bandara terdekat. Semuanya didiskusikan dengan segera untuk keselamatan bersama. Begitupun juga dalam perkawinan.

Seringkali badai datang mengganggu rumah tangga. Hal ini perlu disadari oleh kedua belah pihak jika ingin mengubah haluan. Bicarakan antara suami dan istri tentang apa yang harus dilakukan. Tentukan tujuan baru dan komunikasikan dengan baik dan efektif. Harapannya agar tujuan rumah tangga tetap merupakan hasil keputusan berdua.

Semoga tips di atas bisa sedikit banyak mengingatkan kita kembali akan tujuan kehidupan rumah tangga kita.

Salam Sehat Jiwa !

* Psikiater dengan Keminatan Psikosomatik Medis


Editor :
Asep Candra
BERITA LAIN: