Minggu, 23 November 2014
Chef Juna: "Saya Sebenarnya Pemalu" - Bagian II
Kamis, 18 Agustus 2011 | 09:15 WIB
|
Share:
KOMPAS.COM/RODERICK ADRIAN MOZES

Akhirnya menerima tawaran menjadi juri MasterChef Indonesia karena tidak perlu menghadap kamera.

KOMPAS.com – Edwin Lau, Farah Quinn, Adhika Maxi, Rinrin Marinka, atau Karen Charlotta, adalah beberapa nama chef yang tengah populer saat ini. Namun sejak program MasterChef Indonesia mulai ditayangkan di sebuah stasiun televisi swasta 1 Mei lalu, perhatian para penonton langsung tersita pada wajah baru yang menjadi salah satu juri: Juna Rorimpandey. Siapa sebenarnya pria bertato dan bertampang jutek, yang gemar melontarkan komentar-komentar pedas itu?

Banyak yang tak mengira bahwa Juna sebenarnya sudah cukup dikenal di bisnis restoran. Selama 14 tahun tinggal di Amerika, ia sudah menjabat posisi sebagai executive chef di beberapa restoran terkenal, seperti Uptown Sushi, Ocenaire Seafood Fine Dining, dan The French Laundry. Ia menguasai teknik mengolah hidangan Jepang dan Perancis, dan menjadi chef yang cukup disegani.

"Awalnya saya kembali ke Indonesia bukan karena ditawari program itu. Tetapi mungkin orang-orang di MasterChef sudah mengenal nama saya, bahwa ada orang Indonesia yang sukses jadi chef di Amerika,” ungkap Juna pada Kompas Female, membuka obrolan mengenai awal keterlibatannya dengan program reality show tersebut.

Setelah selama 12,5 tahun tidak pulang ke Indonesia, Agustus 2009 ia memutuskan kembali karena ada event Harley-Davidson yang paling besar di Jakarta. Sebagai penggemar motor gede, Juna jelas tak ingin melewatkan event tersebut. Ia merasa, inilah kehidupannya dulu. Ia ingin bernostalgia dengan teman-teman lama maupun saudara-saudaranya. Tetapi ketika ia pulang untuk berlibur, ternyata orang-orang yang ingin ditemuinya justru sedang sibuk bekerja.

Rencana nostalgia tersebut memang buyar, tetapi kehadirannya rupanya sudah mencuri perhatian para pemilik bisnis restoran maupun produser televisi. Saat itu, bahkan sejak kuliah, ia sebenarnya sudah banyak menerima tawaran untuk membintangi iklan, sinetron, atau cooking show.

“Enggak tahu ya, mungkin mereka melihat, ini ada new kid in town yang sukses, muda, energetic, pakai anting, rambut spike, punya tato, dan segala macam. Tapi saya menolak. Saya enggak mau, dan enggak bisa. Jujur aja, saya enggak pernah kepingin jadi artis,” tutur pria yang juga gemar naik gunung ini.

Juna juga enggan menerima tawaran menjadi pemandu acara-acara demo masak, karena bukan itu yang diinginkannya. Ia merasa, ia seorang chef di professional kitchen. Niatnya pulang ke Indonesia antara lain juga disebabkan karena ia melihat peluang untuk perkembangan profesi chef dan bisnis restoran. Ia ingin bekerja dan membangun restoran dengan konsep yang selama ini menjadi impiannya.

Selain itu, ada alasan lain mengapa Juna menolak berbagai tawaran tersebut. Satu hal yang tak diketahui oleh banyak orang mengenai dirinya adalah, “Saya sebenarnya sangat pemalu,” akunya, entah bercanda atau serius.

Sebagai chef, tentunya ia lebih percaya diri bila berada di balik layar, alias di dapur. Momen di depan layar yang pernah dilakukannya, paling-paling menemui pengunjung restoran yang ingin menyampaikan sesuatu mengenai kualitas hidangan dan layanannya.

"Saya paling enggak bisa berada di hadapan kamera, karena merasa sangat enggak comfortable berada di depan kamera. Makanya saya selalu menolak tawaran untuk menjadi model, atau acara-acara kuliner dimana saya harus berpose atau berbicara dengan kamera,” papar pria yang mengidolakan Thomas Keller, chef Amerika yang juga pemilik restoran The French Laundry ini.

Jadi, apa yang akhirnya membuatnya menerima tawaran tersebut?

“Di MasterChef saya enggak perlu menghadap ke kamera. Di acara ini, saya bisa menikmati syuting karena saya tidak harus berbicara ke kamera," ujar Juna.

Kisah selanjutnya tentu sudah Anda ketahui. Namanya melejit sebagai salah satu chef yang punya pengalaman dan pengetahuan yang baik mengenai teknik memasak. Ia juga senang karena banyak orang yang menyukai acara ini. Bahwa kemudian banyak juga yang tak menyukainya karena gayanya yang dianggap terlalu keras, hal ini dianggapnya sebuah risiko yang harus diterima.

Termasuk risiko dikejar-kejar penggemar yang ingin berfoto bersama atau meminta tanda tangannya? Juna hanya menggeleng-gelengkan kepala.

Ia menolak sebutan sebagai celebrity chef yang kini juga makin populer disematkan pada chef-chef muda yang kerap tampil di televisi. "Apa sih celebrity chef itu? Di Indonesia, chef yang baru satu-dua kali masuk televisi saja sudah disebut celebrity chef. Orang yang baru lulus sekolah chef lalu punya acara TV sendiri, langsung disebut celebrity chef. Orang yang suka tampil untuk memberikan demo masak di berbagai acara televisi juga disebut celebrity chef,” tukasnya.

Di Amerika, menurutnya, celebrity chef adalah chef yang telah memiliki reputasi baik di bidangnya. Mereka adalah chef yang telah hadir di event-event bergengsi, dan telah mendapatkan banyak liputan media. Sebelum tampil di luar kitchen, seorang celebrity chef juga telah memiliki existing kitchen atau existing restaurant yang membuat orang lain sudah tidak meragukan lagi kemampuannya. “Dia terkenal karena emang jago, bukan karena banci tampil," ujarnya, cuek.

Karena belum memiliki restoran yang eksis dengan existing kitchen itulah, Juna merasa belum pantas disebut celebrity chef. Setelah mengundurkan diri dari posisi executive chef di Jackrabbit Cuisine & Libations, Jakarta, akhir Juli 2011 lalu, pertengahan Agustus ini Juna memutuskan untuk terbang ke Amerika Serikat selama sekitar sebulan. Ia kembali karena status imigrasinya mengharuskan ia berada di Amerika selama 3 hingga 4 minggu pada bulan Agustus ini.

Juna belum memiliki rencana pasti, apakah akan kembali ke Indonesia, atau tetap tinggal di Amerika. Apakah akan kembali mengejar impiannya membuka restoran yang dikelola secara profesional, atau kembali menimba ilmu dengan melamar ke restoran-restoran yang memiliki reputasi baik di Amerika. Karena seperti katanya selalu, ia ingin terus belajar dan menutup kekurangannya.

Bagaimana dengan MasterChef Indonesia, apakah ia akan menerima tawaran untuk tayangan musim berikutnya?

"Saya belum tahu. Saya saja belum ngasih jawaban ke Fremantle (produser program MasterChef Indonesia, RED),” katanya, nyengir. (Tenni Purwanti)

Bagaimana kisah asmara Juna dengan kekasihnya, Aline Adita? Ikuti bagian III dari sosok Juna Rorimpandey: Chef Juna dan Rencana "Gila"-nya dengan Aline.

Baca juga: Chef Juna: Galaknya Tidak Dibuat-buat, dan Juna: Jadi "Chef" Enggak Cukup Cuma Berbekal "Passion".


Penulis :
Felicitas Harmandini
Editor :
Dini
BERITA LAIN: