Kamis, 2 Oktober 2014
Day Care Peduli Anak Saat Pembantu Mudik
Jumat, 26 Agustus 2011 | 19:42 WIB
|
Share:
KOMPAS.COM/TENNI PURWANTI

Anak-anak dipancing untuk melakukan permainan yang menguji konsentrasi, sehingga mereka juga dapat terus menggunakan otak meski sedang bermain.

KOMPAS.com - Jelang Hari Raya Lebaran, para karyawan yang memiliki anak biasanya semakin repot karena ditinggal pembantu atau babysitter mudik. Mau tak mau, anak pun dibawa ke kantor. Agar kinerja karyawannya tetap efektif, PT. Unilever Indonesia mengadakan program Day Care (penitipan dan perawatan anak) sebelum dan sesudah Hari Raya Idul Fitri. Anak-anak berusia 6 bulan hingga 10 tahun akan didaftarkan oleh orang tuanya untuk mengikuti program ini.

Untuk anak berusia 6 bulan hingga di bawah 6 tahun, program Day Care akan dijalankan di kantor Unilever, jalan Gatot Subroto Kav 15, Jakarta. Sedangkan anak berusia 6 tahun hingga 10 tahun akan menjalani aktivitas di luar kantor. Pada  tanggal 25 Agustus 2011, anak-anak melakukan kegiatan outbound di Kampoeng Maen, Bumi Perkemahan, Cibubur. Kemudian tanggal 6 September 2011 anak-anak akan mengunjungi Ranch Market di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, untuk acara masak-memasak. Sedangkan tanggal 8 September 2011, anak-anak akan mengunjungi studio TransTV di Jakarta.

"Day Care sendiri digagas oleh dr Johny Sulistio, Senior Medical Advisor Unilever Indonesia. Setiap tahun, tema Day Care berbeda sehingga anak-anak tidak bosan. Untuk mengikuti program ini, orang tua harus mengisi formulir pendaftaran yang disediakan. Formulir berisi informasi tentang anak, apakah memiliki penyakit tertentu, atau alergi terhadap makanan tertentu," ujar Deasy Kohongia, dari IPM Public Relations, Corporate PR PT Unilever pada Kompas Female di Kampoeng Main, Bumi Perkemahan Cibubur, Kamis (25/8/2011) lalu.

Deasy menambahkan, para ibu biasanya memberitahukan panitia Day Care tentang kondisi anaknya, misalnya anak baru sembuh dari sakit, anak sulit bergaul, dan lain-lainnya.

Pada kegiatan hari pertama Day Care di Cibubur, anak-anak melakukan kegiatan di alam terbuka. Sejumlah 40 anak dibagi menjadi 5 kelompok, yang masing-masing akan menjalani kegiatan berbeda secara bergantian. Sebelum kelompok terbagi, anak-anak berkumpul di sebuah lapangan untuk bernyanyi dan melakukan fun games. Anak-anak dipancing untuk melakukan permainan yang menguji konsentrasi, sehingga mereka juga dapat terus menggunakan otak meski sedang bermain. Suasana mulai cair ketika anak-anak yang tidak bisa mengingat perintah pemandu permainan, harus maju ke tengah lapangan untuk mendapat hukuman.

Setelah bermain di tengah lapangan, masing-masing kelompok menuju tempat petualangan outbound. Ada yang bermain flying fox, ada yang bermain game keseimbangan bola, bermain susun bambu, memanjat cargo net, jalan repot, dan permainan lain yang menguji ketangkasan, keseimbangan, bahkan kekompakan tim. Anak-anak ini menjadi lupa bahwa mereka pergi bermain tanpa kehadiran orang tua dan asik dengan dunia mereka sendiri, yakni bermain.

Anak-anak karyawan yang mengikuti kegiatan Day Care ini adalah anak-anak karyawan hingga manajer yang bersatu dalam satu kegiatan. Tidak ada pemisahan kelompok berdasarkan jabatan orang tua mereka, meskipun di tahun-tahun pertama, panitia mengakui masih ada kesenjangan antara anak manajer dengan anak karyawan. Tahun ini, berdasarkan pengamatan Kompas Female, anak-anak berbaur tanpa mengetahui pekerjaan dari orang tua teman-temannya. Mereka bersatu, bermain bersama, tertawa bersama, seperti yang seharusnya mereka rasakan di masa kanak-kanak. Apalagi panitia menempelkan nama masing-masing anak di dada kiri pakaian mereka, sehingga, yang belum saling kenal pun bisa saling menyapa dengan membaca tulisan nama teman-temannya.

Program seperti ini baik untuk dicontoh perusahaan lain agar anak karyawan bisa tetap menikmati liburan meski orang tua mereka masih sibuk bekerja.

 


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Penulis :
Tenni Purwanti
Editor :
Dini
BERITA LAIN: