Begini Cara Menawar Harga Barang
Jumat, 9 September 2011 | 09:45 WIB
|
Share:
KOMPAS/WISNU WIDIANTORO

Jangan ragu melakukan tawar-menawar dengan bahasa lokal, karena akan memberikan kedekatan dengan si penjual.

KOMPAS.com - Ingin mendapat harga yang lebih murah saat berbelanja? Coba ikuti cara Jeff Yeager, penulis buku The Ultimate Cheapskate's Road Map to True Riches.

1. Bersikap sopan dan ramahlah saat menawar sebuah harga. Gunakan suara lembut dan kata-kata halus untuk meluluhkan hati si penjual. Dengan bersikap baik, siapa tahu Anda bisa mendapat potongan harga. Bergaya tegas, mendesak, dan sok tahu, kadang-kadang hanya akan membuat si penjual jengkel, dan mempersilakan Anda berbelanja di tempat lain saja. Sesekali, bergaya memelas juga akan membuat si penjual luluh dan memberikan harga sesuai yang Anda minta.

2. Jika merasa tidak puas dengan kualitas suatu produk ataupun pelayanan yang diberikan, ungkapkan sejujurnya kekecewaan Anda. Namun, katakan dengan sopan dan jangan berlebihan. Bukan tak mungkin si penjual bersedia memberi diskon khusus sebagai tebusan rasa bersalah kepada Anda.

3. Hindari membuka transaksi dengan menyebutkan harga yang Anda minta. Lebih baik biarkan si penjual mengajukan penawaran lebih dulu. Dengan begitu, Anda tidak akan salah memberikan tawaran dengan harga yang terlalu tinggi. Sebelum membeli barang, cari tahu juga harga barang tersebut di toko lain. Jadi, Anda punya pengetahuan untuk bisa meminta potongan harga yang lebih bersaing. Jika tidak, si penjual akan tahu bahwa Anda sekadar menebak harga saja, tetapi sebenarnya tidak punya pengetahuan soal harga.

4. Jika membeli barang dalam jumlah banyak, biasanya si penjual akan memberi diskon tambahan. Jadi, sebelum menawar, tanyakan harga barang per satuan, lalu katakan bahwa Anda tertarik untuk membeli lebih dari satu, lalu mintalah diskon. Bila ditolak, jangan langsung menyerah. Bujuk terus sampai penjualnya yang menyerah.

5. Trik lain yang bisa Anda coba adalah dengan mengetes penjualnya. Berikan harga yang Anda inginkan, dan lakukan tawar-menawar. Apabila si penjual tidak juga menyetujui harga yang Anda inginkan, cobalah meninggalkan kiosnya. Bila harga yang Anda minta sebenarnya tidak merugikan dan si penjual bersedia melepas barangnya, biasanya ia akan memanggil Anda. Bila Anda tidak dipanggil lagi, berarti harga yang Anda minta memang terlalu murah. Jika Anda benar-benar menginginkan barang tersebut, datangi saja toko tersebut belakangan.

6. Gunakan bahasa lokal. Misalnya Anda sedang liburan ke Bandung, Jogjakarta, Surabaya, Medan, atau kota manapun yang Anda kuasai bahasa lokalnya, jangan ragu melakukan tawar-menawar dengan bahasa tersebut. Cara tersebut akan mengurangi kesan bahwa Anda orang asing yang sedang menjadi turis, karena turis biasanya akan di-charge dengan harga yang lebih mahal. Menggunakan bahasa lokal akan memberikan kedekatan dengan si penjual, sehingga ia pun lebih mudah dibujuk.

7. Membayar transaksi dengan uang tunai lebih murah dibandingkan membayar menggunakan kartu kredit, karena Anda tidak akan dikenakan biaya tambahan. Selain itu, membayar dengan kartu kredit juga akan memberi kesan bahwa Anda sebenarnya banyak uang (meski kenyataannya adalah sebaliknya).

8. Parkir mobil Anda agak jauh dari kios si penjual. Hal ini biasanya berlaku jika Anda ingin membeli buah-buahan, sayuran, atau makanan yang dijual di pinggir jalan. Di beberapa tempat, mengendarai mobil juga akan memberi kesan pemiliknya punya banyak uang (lagi-lagi, meskipun itu hanya mobil pinjaman). Siapa yang tahu ia memberikan harga yang lebih mahal untuk Anda, karena mengira Anda "orang kaya"? Tak ada salahnya sedikit capek dan kepanasan setelah berjalan agak jauh, asalkan bisa mendapatkan durian yang lezat dan murah.

9. Waktu yang tepat untuk menawar adalah di akhir pekan, karena setiap orang sedang berada dalam mood yang baik dan ingin segera menuntaskan segala macam transaksi. Jangan ragu untuk menyimak tawar-menawar harga yang dilakukan pembeli di sebelah Anda, supaya Anda tahu berapa harga terbaik yang diberikan oleh penjual.

(CHICMAGZ.com/Berbagai sumber)


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Penulis :
Felicitas Harmandini
Editor :
Dini
BERITA LAIN: