Senin, 24 November 2014
Jatuh Cinta pada Pria Lain
Jumat, 23 September 2011 | 10:47 WIB
|
Share:
SHUTTERSTOCK

Normal saja bila Anda mendadak jatuh cinta pada pria lain. Masalahnya, bagaimana Anda mengendalikan situasi seperti ini

KOMPAS.com - Kehidupan perkawinan Anda cukup harmonis, dan Anda sudah dikaruniai seorang anak yang manis. Tetapi suatu hari, seorang teman memperkenalkan Anda pada seorang pria dalam lingkup jejaring Anda. Tiba-tiba Anda menyadari, Anda tak bisa berhenti mengingat senyumnya. Anda tak dapat berhenti tersenyum setiap mengingat ucapan-ucapannya. Anda benar-benar tak mampu menghapuskan bayangan pria tersebut dalam ingatan Anda. Apalagi, Anda masih akan sering menemuinya!

Normal saja bila Anda mendadak jatuh cinta lagi, pada pria lain. Siapa sih yang bisa menyangkal daya tarik yang begitu kuat, yang dimiliki oleh seseorang? Masalahnya kemudian, bagaimana Anda mengendalikan situasi seperti ini.

Apakah Anda akan mulai mencuri-curi waktu agar bisa menghabiskan waktu bersamanya? Atau Anda terpaksa mencari-cari masalah dengan suami, agar memiliki alasan untuk berpisah dengannya? Bagaimanapun, perasaan jatuh cinta ini terlalu kuat untuk diabaikan. Tetapi, memilih pria baru ini tentu hanya akan menyakiti hati suami. Bukankah Anda tidak memiliki masalah apapun dalam hubungan Anda selama ini?

Sebelum Anda menyesal karena mendahulukan perasaan cinta sesaat, dan meninggalkan suami yang selama ini begitu memahami dan mendukung Anda, cobalah untuk mengendalikan perasaan Anda lebih dulu. Gunakan energi dan semangat Anda yang sedang berkobar untuk menata kembali kehidupan perkawinan Anda.

1. Ingat kembali kelebihan-kelebihan suami
Biasanya, kita jatuh cinta pada orang yang mencerminkan versi diri kita yang kita inginkan. Itulah yang membuat Anda terpikat pada pria ini. Ia menganggap Anda seksi, dan hal ini membuat kita merasa seksi. Dan, kita menikmati perasaan tersebut. Hal inilah yang sebenarnya dapat kita lakukan pada suami. Suami harus membuat Anda merasa seksi (kembali), dan kita pun harus mengingat kembali suami pun sangat seksi. Entah dengan rahangnya yang selalu kebiruan karena habis dicukur, atau karena sikap cekatannya saat mengolah makanan di dapur.

2. Kembalikan energi Anda ke rumah
Ketika sudah menjalani kehidupan bersama pria yang sama bertahun-tahun, wajar bila Anda berbunga-bunga ketika jatuh cinta lagi. Tetapi, jangan manjakan diri Anda dengan mengejar pria baru ini. Sebaliknya, bawalah energi dan perasaan berbunga-bunga tersebut kembali ke rumah. Mengenal seseorang yang baru, yang memesona, dan begitu dekat, memang menggairahkan. Tetapi daripada membuang waktu untuk menemuinya kemana saja ia berada, cobalah untuk menggunakan gairah Anda tersebut untuk menghabiskan waktu dengan suami. Bila ia melihat Anda begitu bergairah, ia pun akan kembali bergairah dengan hidupnya.

3. Cari cara flirting yang aman
Nggak ada salahnya kok, bersikap ramah dengan orang yang Anda anggap menarik. Hanya saja, pastikan bahwa suami tidak akan melihat apapun yang Anda lakukan dengan pria baru ini. Tak usah meninggalkan jejak dengan menyimpan SMS-SMS, e-mail, atau tweet yang hanya akan menyulitkan Anda belakangan. Lakukan saja untuk bersenang-senang, dan tak usah  menganggapnya terlalu serius. Bila mungkin, lakukan saja di hadapan teman-teman Anda supaya Anda tak punya peluang untuk menanggapi pria ini secara pribadi. Lalu hentikan segala aksi Anda sebelum segalanya mulai mengarah serius.

4. Sampaikan apa yang Anda rasakan
Bila suami seorang pencemburu, atau mungkin tergolong pria konservatif yang lurus, hal ini bisa menjadi pilihan terakhir. Sampaikan bahwa Anda tertarik dengan pria lain, dan katakan alasannya. Memahami alasan tersebut (termasuk bagi Anda) akan membuatnya kurang menarik untuk dikejar lagi, dan tak terasa terlalu mengancam bagi suami. Kebenaran memang akan terasa menakutkan, tapi coba atasi rasa takut Anda untuk berbagi dengan suami tercinta mengenai perasaan Anda. Sebaliknya, Anda juga harus menerima reaksinya, dan memahami bila ia pun bersikap jujur pada Anda. Katakan bahwa Anda menyampaikan hal ini justru karena ingin mengendalikan perasaan Anda, bukan karena ingin meninggalkannya.

Pendek kata, jangan membiarkan ketertarikan Anda menyebabkan Anda melakukan kesalahan dengan memutuskan perkawinan yang sudah terbina dengan baik. Nikmati perhatian dari pria baru ini, tapi jangan meladeninya terlalu jauh. Gunakan kekagumannya sebagai tanda bahwa Anda masih menarik di mata orang lain. Orang-orang di sekitar Anda pun mungkin masih menganggap Anda cantik, hanya saja mereka tak mengungkapkannya karena sudah lama mengenal Anda.

Baca juga:
Mengapa Pria Beristri Lebih Seksi?
Jatuh Cinta pada Suami
3 Cara Bikin Dia Jatuh Cinta pada Anda
Jatuh Cinta pada Sahabat Pria
Jatuh Cinta atau Belajar untuk Mencintai?


Penulis :
Felicitas Harmandini
Editor :
Dini
BERITA LAIN: