Senin, 22 Desember 2014
6 Cara Simpel Redakan Nyeri Haid
Rabu, 5 Oktober 2011 | 10:27 WIB
|
Share:
Shutterstock

Menghangatkan bagian perut bisa mengurangi nyeri haid

KOMPAS.com - Nyeri saat menstruasi, atau dysmenorhea, sebenarnya merupakan hal yang normal terjadi. "Nyeri ini dikatakan normal bila terjadi pada hari ke-1 sampai hari ke-3 dengan rasa nyeri berkurang di hari berikutnya, diiringi dengan berkurangnya volume darah haid," ungkap dr Ryan Thamrin, spesialis masalah reproduksi dan kesehatan seksual, di STIE Perbanas, Jakarta Selatan, Selasa (4/10/2011) lalu.

Rasa nyeri saat menstruasi merupakan reaksi yang terjadi akibat adanya pelepasan sel-sel endometrium di rahim. Daya tahan setiap wanita yang berbeda-beda menyebabkan reaksi rasa sakit yang berbeda pula pada setiap orang. "Tak heran kalau sampai ada yang merasa sakit sekali, bahkan sampai pingsan," tukasnya. Meski demikian, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu meringankan rasa nyeri tersebut.

Kompres area yang sakit. Cobalah untuk menghangatkan bagian perut yang sakit dengan menggunakan botol hangat ataupun bantal khusus penghangat. Atau coba minum minuman hangat seperti teh, kopi, susu, atau cokelat hangat, agar perut terasa lebih rileks dan nyaman.

Hangatkan tubuh. Ketika mandi, mandilah dengan menggunakan air hangat. Anda juga bisa mencoba merendam kaki dalam air hangat. Buatlah tubuh sehangat mungkin, karena kondisi tubuh yang hangat akan memperlancar peredaran darah.

Mengurangi aktivitas berat. Ambil posisi berbaring, ataupun menungging, agar posisi rahim tergantung ke bawah. Hal ini akan meringankan rasa nyeri di perut. Lakukan juga gerakan ringan berikut: berbaring terlentang, kedua lutut ditekuk mendekati dada, kemudian diluruskan kembali. Lakukan paling sedikit empat kali.

Penuhi kebutuhan gizi. Makanlah makanan yang banyak mengandung asupan protein, asam lemak omega-3, magnesium, seng, vitamin B1, dan zat besi.

Tarik nafas. Ambillah nafas dalam-dalam dan perlahan. Hal ini berfungsi untuk merelaksasikan tubuh.

Konsumsi obat pereda nyeri. Obat pereda nyeri (analgetik) boleh saja digunakan, namun lebih baik sesuai dengan petunjuk dokter. Jika tak berkonsultasi dengan dokter dan memilih obat-obatan bebas, sebaiknya tidak diminum lebih dari dosis tiga kali sehari.


Penulis :
Christina Andhika Setyanti
Editor :
Dini
BERITA LAIN: