Minggu, 26 Oktober 2014
Kapan Harus Pakai Minyak Zaitun atau Canola?
Rabu, 26 Oktober 2011 | 15:04 WIB
|
Share:
SHUTTERSTOCK

Selain digunakan sebagai campuran salad atau menumis, minyak zaitun dan canola sebenarnya juga bisa digunakan untuk menggoreng.

T:
Saya jadi bingung setelah membaca banyak artikel, misalnya tentang minyak canola dan zaitun.  Selama ini yang saya lakukan, canola untuk menggoreng, zaitun untuk salad dan menumis. Sudah benarkah? Karena dalam artikel sering dikatakan canola hanya untuk menumis, sedangkan zaitun untuk menumis pun kurang baik. Karena jika dipanaskan sedikit pun, manfaatnya akan hilang dan rusak. Mana yang benar? (Lucy Lazuardi, lucylazuardi@...)

J:
Penggunaan minyak canola dan minyak zaitun yang terbaik agar mendapat manfaat kesehatan yang optimum adalah dengan cara tidak dipanaskan pada suhu yang tinggi, jadi cukup sebagai campuran salad, juice, olesan roti, menumis, dan lain sebagainya. Namun Anda tidak perlu bingung karena kedua minyak ini dapat juga digunakan untuk menggoreng, asalkan tidak melampaui titik uapnya.

Yang dimaksud dengan titik uap adalah suhu pada saat minyak yang ada di penggorengan sudah mulai mengeluarkan asap. Adapun titik uap minyak zaitun berdasarkan data IOOC (International Olive Oil Council) berkisar antara 180 -210 derajat Celcius (dimana perbedaan titik uap tergantung pada kualitas minyak zaitun tersebut) dan titik uap minyak canola 204 derajat Celcius. Perlu diketahui, biasanya suhu untuk menggoreng sekitar 170-180 derajat Celcius.

Nah, untuk memilih mana yang lebih baik digunakan untuk menggoreng, harus dilihat juga dari kandungan atau struktur kimianya. Makin banyak ikatan rangkap yang terkandung dalam minyak tersebut, maka makin kurang baik digunakan untuk menggoreng. Minyak canola lebih banyak mengandung ikatan rangkap (dalam bentuk omega 3 dan omega 6) dibandingkan dengan minyak zaitun yang lebih banyak mengandung ikatan tunggal dalam bentuk omega 9.

Oleh karena itu, jika harus menggunakan minyak untuk menggoreng, maka minyak zaitun lebih baik dibandingkan dengan minyak canola.


Penulis :
Felicitas Harmandini
Editor :
Dini
BERITA LAIN: