Senin, 21 April 2014
Home / Cinema /
FFI 2011: "?", "MBCB", dan "Sang Penari", Terbanyak Dinominasikan
Senin, 28 November 2011 | 11:40 WIB
|
Share:
IST

Film "?" (Tanda Tanya), karya Hanung Bramantyo

JAKARTA, KOMPAS.com -- Film ? (Tanda Tanya), karya sutradara Hanung Bramantyo, menjadi salah satu film yang mendapat paling banyak nominasi Festival Film Indonesia (FFI) 2011. Film arahan Sutradara Terbaik FFI 2005 dan 2007 itu masuk ke sembilan kategori nominasi bersama film Masih Bukan Cinta Biasa (MBCB), karya Sutradara Terbaik FFI 2010, Benni Setiawan, dan film Sang Penari dari sutradara muda Ifa Isfansyah.

Dua film lain, The Mirror Never Lies (Kamila Andini) dan Tendangan dari Langit (Hanung Bramantyo), berada pada urutan-urutan selanjutnya perolehan nominasi pada tujuh dan empat kategori. Semuanya ada 16 film--dari 41 film bioskop peserta FFI 2011--yang mendapat nominasi dalam 12 kategori. Hasil penilaian Komite Nominasi itu diumumkan di Studio IV, RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Minggu (27/11/2011).

Satu kategori lain, Nominasi Film Terbaik, baru akan dipilih oleh dewan juri yang nama-namanya akan diumumkan pada Rabu, 30 Desember 2011. Komposisi dewan juri tersebut merupakan gabungan dari tiga pekerja film anggota Komite Nominasi dengan empat anggota baru yang terdiri dari pengamat film, budayawan, akademisi, dan pekerja film.

Dewan juri juga akan memilih semua pemenang Piala Citra, yang hasilnya akan diumumkan dalam Malam Anugerah Piala Citra FFI 2011 di Hall D Kemayoran, Jakarta Pusat, dan disiarkan langsung oleh RCTI pada Sabtu, 10 Desember 2011 mulai pukul 21.30 WIB.

Jumlah besar film yang mendapat nominasi tahun ini merupakan konsekuensi logis dari diterapkannya sistem penjurian baru film bioskop--pemilihan nomine dilakukan oleh Komite Nominasi yang terdiri dari 21 pekerja film yang bekerja dalam tujuh sub komite (penyutradaraan, penulisan cerita dan skenario, pengarahan sinematografi, pengarahan artistik, penyuntingan gambar, penataan suara dan musik, serta pemeranan). "Setiap sub komite terdiri dari tiga pekerja film dan menilai unsur-unsur yang menjadi tanggung jawabnya. Pilihan atau usulan nominasi dari mereka kemudian didiskusikan bersama anggota lain. Jadi, yang tadi diumumkan adalah kesepakatan 21 anggota Komite Nominasi," jelas Ketua Bidang Penjurian Film Bioskop FFI 2011, Totot Indrarto.

Sistem penjurian baru itu dianggap lebih adil karena memberi peluang yang sama bagi unsur-unsur teknis yang memang berkualitas untuk dinominasikan sebagai pemenang, meskipun berada dalam film yang secara keseluruhan kurang baik. "Jadi wajar jika kemudian terdapat 16 film yang mendapat nominasi tahun ini, karena penilaian berlangsung lebih cermat dan terukur oleh pekerja film yang bisa dibilang ahli di masing-masing bidang," terang Totot.

Penulis :
Irfan Maullana
Editor :
Ati Kamil