Kamis, 24 April 2014
Lawan Kekerasan Terhadap Perempuan, Mulai dari Diri Sendiri
Rabu, 30 November 2011 | 16:14 WIB
|
Share:
KOMPAS.COM/WARDAH FAJRI

Melalui berbagai aktivitas seperti flash mob, menari bersama, dan diakhiri dengan deklarasi, We Can Indonesia mengajak berbagai kalangan untuk berkontribusi dalam kampanye penghentian kekerasan terhadap perempuan secara global.

KOMPAS.com - Jutaan perempuan di seluruh dunia mengalami kekerasan, di dalam dan di luar rumah, karena diskriminasi gender. Kekerasan Terhadap Perempuan (KTP) terjadi terus-menerus karena adanya pembiaran. Realita ini dapat diubah, dimulai dari Anda.

Sudah waktunya setiap individu, perempuan dan laki-laki, menjadi bagian dari pelaku perubahan, dengan sikap lebih peduli dan tak membiarkan KTP terus-menerus terjadi. Inilah pesan penting dari gerakan sosial We Can Indonesia, yang disampaikan secara kreatif dan menyenangkan di Blok M Square, Jakarta Selatan.

Melalui berbagai aktivitas seperti flash mob, menari bersama, dan diakhiri dengan deklarasi, We Can Indonesia mengajak berbagai kalangan untuk berkontribusi dalam kampanye penghentian kekerasan terhadap perempuan secara global. Perubahan dapat dimulai dari sikap, perilaku, dan tindakan.

Gerakan sosial We Can ini tak hanya terjadi di Indonesia. We Can Indonesia yang merupakan bagian dari aliansi We Can Global Network yang berjejaring dengan 13 negara lainnya. Secara serentak We Can Global Network diluncurkan pada 30 November 2011 pukul 11.00 (waktu lokal), di Indonesia, Bangladesh, Sri Lanka, Nepal, India, Pakistan, Uganda, Republik Demokrasi Kongo, Tanzania, Nigeria, Burundi, Kenya, Belanda, dan Kanada.

"Kampanye ini merupakan bagian dari kegiatan 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan, yang dimulai 25 November hingga 10 Desember. We Can fokus untuk mengajak berbagai kalangan untuk tidak membiarkan kekerasan terus terjadi. Mendobrak sikap pembiaran dan pembungkaman atas kekerasan yang terjadi, dengan cara yang lebih fun," jelas Wardarina, Tim Manajemen We Can Indonesia, kepada Kompas Female, di sela kegiatan kampanye We Can, Rabu (30/11/2011).

Sekitar 20 peserta dari manajemen We Can Indonesia terlibat dalam kampanye ini. Mereka berasal dari berbagai organisasi perempuan di Indonesia. Menurut Rina, We Can Indonesia merupakan gerakan dari gabungan beberapa organisasi, yang diinisiasi oleh Solidaritas Perempuan.

"Saat ini ada 40 organisasi yang bergabung di gerakan We Can dan 33.000 change makers. Gerakan perempuan memang perlu pemersatu. We Can menjadi pemersatunya," jelas Rina.

Melalui kegiatan We Can ini, isu KTP disampaikan dengan cara yang lebih ringan. Untuk kali pertama kegiatan penyadaran masyarakat ini dilakukan di mal, dengan cara lebih segar dan hidup.

Menurut Rina, animo masyarakat pun positif. Muncul banyak pertanyaan dari kegiatan ini. Para change makers We Can pun berhasil menarik minat, untuk kemudian dilanjutkan dengan memberikan informasi terkait gerakan anti kekerasan terhadap perempuan secara perlahan.

"Setelah mereka tertarik, kami membagikan flyer sebagai langkah awalnya. Informasi awal yang kami sampaikan adalah mengajak mereka untuk tidak melakukan kekerasan, tidak membiarkan orang lain melakukan kekerasan, dan harus melakukan sesuatu, bukan melihatnya sebagai urusan pribadi masing-masing," tutur Rina.

Perubahan harus dimulai dari diri sendiri, kata Rina. Melalui kampanye We Can inilah, diharapkan nantinya akan banyak muncul agen perubahan individual untuk melawan kekerasan terhadap perempuan.

Penulis :
Wardah Fazriyati
Editor :
Dini