Jumat, 31 Oktober 2014
Inilah 13 Anak Bebestar Berkarakter
Kamis, 22 Desember 2011 | 16:03 WIB
|
Share:
KOMPAS.com/Wardah Fajri

Bebestar 2011, mewakili karakter anak yang berani, memiliki bakat natural dan kemampuan komunikasi. 13 bintang Bebestar 2011 tampil percaya diri di Bebestar Night di Jakarta Convention Center, Rabu, 21/12/2011.

KOMPAS.com - Bebelac, merek susu keluaran PT Nutricia Indonesia Sejahtera (NIS), memilih 13 anak usia 3,5-7 tahun untuk tampil menjadi Bebestar di puncak acara Bebestar 2011 di Jakarta Convention Center, Rabu, 21 Desember 2011.

Anak-anak dengan keunikannya masing-masing ini merupakan pemenang Bebestar 2011, mewakili karakter anak yang berani, memiliki bakat natural dan kemampuan komunikasi. Mereka tak canggung tampil di atas panggung megah, menunjukkan kebisaannya di depan orangtua dan tamu undangan.

Bebestar 2011 yang tampil di JCC merupakan contoh anak masa kini, yang memiliki karakter pribadi positif dan berkembang berkat dukungan tepat dari orangtuanya. Melalui kegiatan ini, Bebelac mengajak keluarga Indonesia untuk berperan aktif mengasah kecerdasan intelektual dan emosi anak.

"Bebestar Night merupakan puncak acara Bebestar yang menjadi sarana bagi anak dan ibu untuk mengekspresikan cinta melalui pengembangan karakter anak," jelas Vera Amalia, Marketing Manager Bebelac.

Mereka yang tampil di acara puncak pemilihan bintang Bebestar ini terseleksi lebih dari 24.000 peserta yang mendaftarkan diri di ajang pemilihan ini dengan mengirimkan video. Ribuan video terseleksi, dilanjutkan dengan audisi di 25 kota di Indonesia sebagai tahapan semi final. Dari audisi inilah, Bebestar terseleksi lebih ketat, setelah mereka menunjukkan kebolehannya dalam sesi penampilan dan penjurian di tahap final di 13 kota.

Sebanyak 13 bintang Bebestar terpilih kemudian diundang ke Jakarta untuk mengikuti Bebestar Camp selama tiga hari.

Vera menjelaskan, dalam kegiatan Bebestar Camp ini, setiap anak menerima perlakukan istimewa bak bintang. Mereka pun berkesempatan berinteraksi langsung dengan instruktur tari, penyanyi, pemain musik ternama, melakukan sesi pemotretan dan mengunjungi destinasi wisata edukasi.

Sebagai tahapan akhir, 13 bintang Bebestar tampil di panggung megah di JCC, untuk unjuk kebolehan. Mereka pun tak sedikit pun menunjukkan rasa canggung saat menari, bernyanyi, bermain musik bak grup band ternama.

"Malam puncak ini tidak memilih pemenang. Setiap anak adalah pemenang karena berani mengungkapkan idenya juga penampilannya. Setiap anak memiliki potensi berbeda yang harus dikembangkan oleh orangtuanya. Potensi inilah yang dinilai melalui tahapan seleksi di daerah. Kami menilai bakat natural, keberanian, keunikan, karakter, dan kemampuan anak dalam berkomunikasi," jelas Nila Kusumaningtyas, pengajar yang merupakan salah satu tim juri Bebestar 2011, kepada Kompas Female seusai acara.

Nila yang berprofesi sebagai dosen, adalah juga pengelola Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Taman Belia Candi Semarang, Jawa Tengah, serta Ketua HIMPAUDI Jawa Tengah.

Menurut Nila, bintang Bebestar 2011 yang berada dalam kisaran usia golden age, memang berada dalam tahapan pengembangan diri. Anak mulai berani berinteraksi dengan orang lain, berani tampil, mandiri, dan berani mengungkapkan pendapatnya sendiri.

"Inilah sebabnya orangtua harus memberikan kepercayaan kepada anak. Jangan melarang, mengancam, melukai hati dan otak anak," katanya.

Psikolog anak, Prita Pratiwi dari Biro Konsultasi Psikologi Dwipayana, Bandung mengaku terkesima dengan bintang Bebestar dengan keberaniannya tampil di atas panggung megah di JCC ini.

"Banyak anak-anak yang ekspresif, namun menakjubkan bagi saya melihat mereka tampul di panggung dengan berani, percaya diri, berekspresi layaknya anak-anak, dan tetap menunjukkan sisi anak-anak. Saat diminta melakukan sesuatu di atas panggung, mereka melakukannya dengan spontan dan penuh ekspresi," komentar Prita.

Untuk mengimbangi karakter anak seperti ini, peran orangtua sangat penting, tegas Prita. Memiliki anak yang ekspresif, maka orangtua juga harus ekspresif.

"Anak sekarang terkesan lebih cepat berkembang, mereka banyak bertanya dan kritis. Boleh jadi karena informasi yang banyak dan cepat. Peran orangtua adalah memilah mana informasi yang butuh dan belum butuh diketahui oleh anak. Orangtua juga harus menyikapi karakter anak masa kini dengan lebih peduli perkembangan anak dan tahu stimulasi yang tepat untuk anak," jelasnya.

Kehadiran Bebestar 2011 merupakan contoh, bagaimana anak masa kini mengembangkan dirinya. Selain juga, bagaimana orangtua sebaiknya menyikapi kebutuhan dan keunikan anak-anaknya.

Inilah anak-anak bertalenta Bebestar 2011:
1. M Farrel Geraldi, 20 November 2006, Bebestar Jakarta.
2. Alfi Kamil Ayatullah, 10 Februari 2006, Bebestar Jakarta.
3. Shafaa Yumna Anrio, 16 Juni 2006, Bebestar Bandung.
4. Albertus Dominique Kusumo, 23 Juni 2006. Bebestar Cirebon.
5. Muhammad Yafi, 28 Februari 2008, Bebestar Medan.
6. Daneen Karyma Zahendra, 21 November 2006, Bebestar Pekanbaru.
7. Chelsea Kimiko Chan, 6 November 2006, Bebestar Palembang.
8. Devin Aufarizqi Zufarino, 10 Juli 2005, Bebestar Semarang.
9. Maria Christa Ruby, 3 Maret 2008, Bebestar Solo.
10. Nadarryn Gizel Awilia, 5 Juni 2007, Bebestar Malang.
11. Sultan Kafi Aljahran, 22 Februari 2007, Bebestar Pontianak.
12. Dina Ayu Aulia, 2 Januari 2006, Bebestar Balikpapan.
13. Clay Nethanael Langoi, 7 Desember 2004, Bebestar Makassar.


Penulis :
Wardah Fazriyati
Editor :
wawa
BERITA LAIN: