Kamis, 2 Oktober 2014
Inilah Cara Anak-anak Dunia Menyambut Sinterklas
Sabtu, 24 Desember 2011 | 16:34 WIB
|
Share:
FEATUREPICS/STEVE CUKROV

Anak-anak di Amerika dan Kanada, meletakkan susu dan kue kering untuk menyambut Sinterklas, tamu istimewanya saat malam Natal.

KOMPAS.com - Malam Natal selalu menjadi momen istimewa bagi keluarga, terutama anak-anak di berbagai penjuru dunia. Sinterklas akan datang membawa hadiah bagi anak-anak yang berbuat baik terhadap semua orang sepanjang tahun. Setiap negara memiliki tradisi berbeda menyambut Sinterklas. Tradisi yang diwariskan turun-temurun dari orangtua kepada anak-anaknya, sebagai bagian kemeriahan dan sukacita Natal.

Anak-anak dari berbagai penjuru dunia punya cara yang unik dan istimewa, untuk menarik perhatian Sinterklas, berharap mereka mendapatkan hadiah istimewa darinya. Apa saja caranya?

Amerika dan Kanada
Anak-anak di Amerika dan Kanada, meletakkan susu dan kue kering untuk menyambut Sinterklas, tamu istimewanya saat malam Natal. Boleh jadi mereka berempati terhadap Sinterklas yang memiliki tugas berat di malam Natal untuk menjumpai anak-anak baik di seluruh dunia. Segelas susu dan kue kering, akan menyenangkan hati Sinterklas, sehingga mereka layak menerima kado istimewa darinya.

Denmark
Makanan masih menjadi pilihan anak-anak menyambut Sinterklas. Anak-anak di Denmark meletakkan puding yang dikenal sebagai risengrod. Puding ini disajikan untuk Tomte, figur mitos berjenggot putih, mirip dengan sosok English Father Christmas, yang datang membawa hadiah.

Jerman
Di Jerman, rupanya Sinterklas lebih senang membaca daripada menikmati makanan. Anak-anak di Jerman meletakkan surat dengan kemasan yang menarik perhatian, dan dipasang di jendela pada malam Natal. Pada pagi harinya surat tersebut menghilang, dan mereka mendapatkan hadiah di bawah pohon Natal sebagai gantinya. Sosok Sinterklas bagi masyarakat Jerman diambil dari kisah dongeng Christkind. Anak-anak di Jerman mengenal Sinterklas sebagai Christkind.

Perancis
Anak-anak di Perancis menunggu kedatangan Sinterklas yang dikenal sebagai Pere Noel dengan meletakkan wortel di dalam sepatu. Sinterklas boleh jadi tak makan wortel mentah, karena memang wortel ini diberikan khusus Gui, keledai yang menemani Pere Noel ke Perancis. Atas perhatian anak-anak terhadap Gui, Pere Noel pun memberikan anak-anak pernak-pernik sebagai hadiahnya. Rupanya untuk menarik perhatian Sinterklas, anak-anak juga dilatih berempati untuk berbagi kepada teman setia figur berjenggot putih ini.

Belanda
Lain lagi di Belanda. Karena Sinterklas datang menemui anak-anak di Belanda dengan kuda, mereka pun menyiapkan jerami dan air putih untuk memenuhi kebutuhan keduanya. Sebagai ganjaran atas kepedulian anak-anak, mereka pun menerima cokelat, jeruk mandarin, koin cokelat dan permen marzipan dari Sinterklas.

Inggris dan Australia
Dua negara ini punya kebiasaan sama dalam menyambut Santa. Anak-anak menyiapkan minuman khas yang manis terbuat dari buah dan campuran brendi, serta sepotong pai. Kali ini, sepertinya perlu kolaborasi orangtua-anak untuk menyiapkannya karena pesta penyambutan Sinterklas rupanya lebih istimewa.

Irlandia
Menuju ke Irlandia, Sinterklas mendapat sajian lebih istimewa. Menjadi tradisi bagi keluarga Italia untuk menyajikan Guinness saat malam Natal. Tanpa kecuali, anak-anak juga dibantu untuk menyajikan minuman ini untuk Sinterklas. Sebagai tanda terima kasih karena figur berjenggot ini bersedia singgah ke Irlandia setelah melakukan perjalanan panjang keliling dunia.

Chili
Di Chili, Sinterklas lebih dikenal dengan nama Viejo Pascuero yang juga dipanggil de pascua. Pria tua yang datang setahun sekali saat Natal ini disambut dengan kue terbuat dari jahe dan madu yang dipenuhi dengan manisan buah.

India
Penganut Kristiani di India menyambut Sinterklas yang disebutnya Christmas Baba, dengan menyajikan donut goreng terbuat dari santan. Sepertinya Sinterklas menikmati aneka kuliner sepanjang malam, termasuk hidangan khas dari Asia Selatan ini.

Jepang
Anak-anak Jepang menunggu kemunculan Sinterklas sambil menikmati kue tradisional Natal khas Jepang. Yakni kue berwarna putih dilapisi dengan krim dan dihias stroberi. Mereka menyebut Sinterklas sebagai Hotei-Osho.

Filipina
Sementara di Filipina, anak-anak tidur sambil menunggu Sinterklas, setelah sebelumnya menikmati makan malam Natal dengan hidangan tradisional, nochabuena, yang terdiri dari sejenis bola keju atau queso de bola, dan minuman terbuat dari cokelat atau tsokolate.

Kenya
Di Kenya Sinterklas makan besar, karena anak-anak Kenya menyediakan seporsi kambing panggang. Masyarakat Kenya memiliki tradisi makan malam Natal dengan hidangan ini.

Argentina
Beranjak dari Kenya, Sinterklas ke Argentina untuk menikmati minuman tradisional terbuat dari apel dengan kandungan alkohol. Anak-anak di Argentina menyediakan minuman ini untuk menyambut Sinterklas.

Kemeriahan dan kehangatan malam Natal di keluarga, terutama bagi anak-anak, dimaknai dengan berbagai tradisi dan tatacara berbeda di setiap negara. Anda dapat mengajarkan anak-anak mengenai ragam budaya, atau boleh jadi mengajak anak-anak Anda menyambut Natal dengan mengadopsi beberapa tradisi yang dinilai sesuai.

Bagaimana dengan Anda, apa pengalaman istimewa ketika masih anak-anak saat malam Natal, tradisi seperti apa yang diturunkan dari keluarga Anda?


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Penulis :
Wardah Fazriyati
Editor :
wawa
BERITA LAIN: