Annie Leibovitz: "Foto Demi Moore Bukan Foto Hebat!"
Sabtu, 7 Januari 2012 | 13:50 WIB
|
Share:
THE DAILY MAIL

Annie Leibovitz menganggap sampul Vanity Fair yang menampilkan Demi Moore tersebut bukanlah foto terbaiknya.

KOMPAS.com - Masih ingatkah Anda dengan foto Demi Moore yang difoto telanjang dalam keadaan hamil tujuh bulan, dan ditampilkan di sampul majalah Vanity Fair edisi Agustus 1991? Demi ketika itu masih berusia 29 tahun, dan tengah mengandung putri keduanya, Scout LaRue. Foto yang melontarkan sikap "anti-Hollywood" itu sangat kontroversial, dan segera menjadi bahan perbincangan di televisi, radio, dan suratkabar. Foto karya fotografer legendaris Annie Leibovitz itu menuai opini yang berbeda-beda. Ada yang menyebutnya sebagai simbol pemberdayaan, ada pula yang menganggapnya objektifikasi seksual.

Toh, foto itu menjadi salah satu fotografi paling ikonik dalam dua dekade terakhir. Berbagai selebriti kelak mengikuti jejak Demi dengan rela difoto bugil ketika sedang hamil. Britney Spears, Christina Aguilera, Heidi Klum, Cindy Crawford, dan Claudia Schiffer hanya beberapa saja di antaranya. Majalah Harper's Bazaar, Marie Claire, Vogue, W, tidak ragu menjadi pengikut.

Lebih dari 20 tahun setelah foto itu dirilis, Annie Leibovitz baru berbicara mengenai hasil karyanya. Ternyata, ia sendiri tidak menganggap foto itu bukan merupakan karya terbaiknya.

"Foto itu populer, dan menjadi perintis jalan, tapi menurutku itu bukan foto yang bagus," katanya pada majalah Vanity Fair. "Itu kan sampul majalah. Kalau foto itu bagus, ia (Demi Moore) tak akan menutupi payudaranya. Ia juga tidak harus menatap kamera."

Menurutnya, foto itu awal mulanya dibuat tanpa sengaja. Fotografer berusia 62 tahun ini memang sejak lama dekat dengan Demi, dan pernah memotret pernikahan Demi dan Bruce Willis. Suatu ketika Demi meminta Leibovitz untuk memotret dirinya yang tengah mengandung putri kedua, dan Leibovitz bersedia.

Namun ketika akhirnya mendapat kesempatan untuk memotret Demi untuk Vanity Fair, Leibovitz sempat ragu. Semula ia berniat menyamarkan bagian perut Demi, atau hanya membuat foto kepalanya. Hanya saja, setelah memotret Demi dalam berbagai busana, timbullah ide untuk pemotretan telanjang tersebut.

"Ia melepas pakaiannya begitu saja, dan aku mulai memotretnya. Aku bilang, 'hm... foto ini kelihatannya sangat, maksudku... mungkin kita harus membuatnya sebagai sampul. Kenapa tidak?' Lalu ia bilang, ya, mungkin saja," ujar Leibovitz. Tentu saja, masih ada beberapa bagian dari tubuh Demi yang perlu ditutupi.

Nah, seperti yang Anda lihat kelak, foto sederhana itu akhirnya mengguncang dunia setelah Tina Brown, editor Vanity Fair saat itu, membuat keputusan untuk memasang foto Demi di sampul majalahnya.


Penulis :
Felicitas Harmandini
Editor :
Dini
BERITA LAIN: