Kamis, 31 Juli 2014
Jika Ibu Hamil Diminta "Bed Rest"
Selasa, 24 Januari 2012 | 11:47 WIB
|
Share:
SHUTTERSTOCK

Ada juga ibu hamil yang harus bed rest, tetapi masih boleh bangun setiap beberapa jam.

KOMPAS.com - Perintah untuk bed rest dari dokter mungkin akan ditanggapi secara berbeda oleh ibu hamil. Ada yang merasa begitu khawatir dengan kondisi janin sehingga langsung mengiyakan perintah tersebut. Ada pula yang mencoba memahami, tapi segera merasa bosan setelah beberapa hari tiduran di ranjang. Yang parah, ada juga ibu hamil yang merasa dirinya cukup kuat untuk beraktivitas, sehingga hanya sesekali saja merebahkan diri di atas tempat tidur.

Tentu ada banyak alasan mengapa dokter meminta Anda bed rest. Yang pasti, seringkali problem tersebut memang tidak berhubungan langsung dengan kondisi fisik Anda. Anda merasa sehat-sehat saja, padahal si janin lah yang kondisinya perlu diperhatikan. Menurut situs The Mayo Clinic, sejumlah alasan yang mengharuskan ibu hamil diminta untuk beristirahat total antara lain:
* Tekanan darah tinggi
* Perdarahan di vagina, atau bermasalah dengan plasenta
* Problem pada serviks, dimana serviks (leher rahim) cenderung membuka atau melebar secara prematur.
* Kontraksi, tanda-tanda, atau gejala lain terjadinya kelahiran prematur.
* Kehamilan kembar
* Tanda-tanda, gejala, atau hasil tes mengindikasikan masalah pertumbuhan pada bayi.

Yang perlu Anda ketahui, sebenarnya ada beberapa tingkatan dalam bed rest. Ada ibu hamil yang diminta tiduran di tempat tidur atau sofa dengan kedua kaki terangkat sekitar satu jam setiap hari, dan masih diizinkan untuk berjalan sendiri ke kamar mandi, mengambil makanan, atau mandi. Setiap beberapa jam, ibu hamil disarankan untuk bangun untuk membantu menjaga sirkulasi darah. Tetapi, ada juga ibu hamil yang karena kondisinya harus bed rest total, dan hanya bangun untuk ke kamar mandi.

Karena sifatnya yang wajib dilakukan, bed rest kerap menimbulkan perasaan campur-aduk bagi ibu hamil. Merasa gerak-geriknya serba terbatas, gelisah, merasa bersalah karena tidak menjaga kehamilan dengan baik, atau bahkan depresi. Untuk membantu mengatasi situasi yang serba tidak ideal ini, para pakar menyarankan untuk melakukan hal berikut:

Siapkan semua peralatan yang Anda butuhkan dalam jangkauan. Taruh ponsel, remote control, majalah, buku, tisu, dan air minum di meja di sisi tempat tidur. Siapkan juga makanan ringan dan buah-buahan untuk kudapan. Jadi, Anda tidak perlu berulang kali bangun untuk mengambil barang-barang tersebut, atau meminta orang lain mengambilkannya untuk Anda.
Kalahkan rasa bosan. Orang yang terbiasa aktif memang akan merasa tertekan bila harus tiduran sepanjang hari. Isi waktu Anda dengan membaca, membuat jurnal, atau mengutak-atik fitur pada ponsel baru Anda. Perlu Anda ingat, bed rest tujuannya untuk membuat tubuh dan pikiran menjadi rileks. Jadi, hindari membaca hal-hal yang malah akan membuat Anda stres.
Lakukan peregangan ringan. Tidur sepanjang hari jelas akan membuat tubuh lelah, karena otot tidak digerakkan. Lakukan latihan pernafasan, atau gerakkan secara lembut lengan dan pergelangan kaki Anda. 
Terimalah bantuan. Curahan perhatian dari keluarga, teman-teman, atau rekan kerja, mungkin awalnya membuat Anda risih. Sebab, Anda merasa mampu melakukan segala hal sendiri. Namun, belajarlah menerima semua bantuan dari mereka dengan tulus. Bagaimanapun, Anda perlu melakukannya demi kesehatan janin dan Anda sendiri.


Penulis :
Felicitas Harmandini
Editor :
Dini
BERITA LAIN: