Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
"Dos & Dont's" Hadiri Pesta Kantor
wawa | Rabu, 8 Februari 2012 | 18:04 WIB
|
Share:

KOMPAS.com - Pesta kantor dapat menjadi peluang untuk meningkatkan prestasi kerja Anda. Tapi Anda perlu berhati-hati, karena jika salah bersikap di pesta kantor, karier Anda bisa menjadi taruhannya. Simak aturan mainnya.

Don't: Berlalu tanpa kesan.
Tak ada kesan tanpa kehadiranmu. Jadi, jangan malas apalagi takut untuk ikut bersenang-senang di pesta nanti. Pesta kantor sengaja dibuat oleh perusahaan untuk Anda demi menjaring relasi dengan rekan lain, mengenal antar divisi, dan menguatkan kerja tim. Takut mati gaya? Ajak saja rekan kerja untuk datang bersama. Seperti yang disarankan oleh ahli etika bisnis Patricia Rossi, datanglah walau sesaat. Apalagi bila si bos yang mengadakan pesta, diam-diam ia akan mengingat siapa saja yang datang. Jika Anda mengabarkan tak bisa hadir saat hari-H (apalagi lewat pesan singkat), Anda telah membuatnya kecewa.

Do: Tampil selayaknya.
Penting, jangan sampai rekan lain “bergosip” karena potongan baju Anda yang terlalu seksi atau tak sesuai dengan dress code. Mini dress model simpel dengan warna sesuai tema bisa diandalkan. Berikan kesan profesional layaknya ingin pergi ke kantor. Pasalnya, di pesta kantor, Anda akan bertemu rekan lain, klien, si bos, serta atasan si bos. Susan M. Heathfield, penulis rubrik Human Resources About.com menyatakan, baju sangat menentukan pandangan orang terhadap kita untuk pertama kali, khusunya dalam hal kredibilitas dan kompetensi. Kalau Anda berpakaian selayaknya, aksi menjaring relasi bisa lebih sukses.

Don't: Mabuk.
Coba bayangkan apa yang terjadi bila Anda mabuk hanya karena mengikuti ajakan teman-teman untuk mencicipi berbagai minuman beralkohol. Tanpa sadar Anda bisa saja mengumbar ketidaksukaan Anda pada bos, menjelek-jelekkan rekan lain, atau mungkin pingsan di depan umum dan jadi pusat perhatian. Lalu karena sibuk makan, Anda lupa melakukan pendekatan dengan klien besar. Catat, hindari berbagai hal ini! Jaga nama baik Anda agar tetap kinclong di depan mereka. Kalau memang lapar, selang-seling saja antara sosialisai dengan makan. Dapat kenalan baru, bisa makan enak, pesta ini menjadi malam yang paling menyenangkan, bukan?

Do: Punya kenalan baru.
Daripada merusak rencana diet karena mencoba semua makanan, yuk berkeliling. Sapa semua orang yang Anda kenal di pesta itu, kemungkinan besar ia juga akan mengenalkan teman-temannya. Dengan begitu, daftar networking jadi bertambah. Jangan lupa untuk menukar kartu nama, ini wajib. Siapa yang tahu, kalau teman yang baru saja Anda kenal, merupakan orang penting yang bisa menyukseskan karier atau memberi peluang emas nantinya.

Don't: Menjadi gossip girl.
Iya sih, rekan yang jadi bahan gosip tidak hadir di pesta, tapi bisa jadi, temannya sedang berada di belakang Anda dan mendengar semua bahan obrolan. Apapun alasannya, membicarakan orang lain “di belakang” tidak dibenarkan. Apalagi berdiskusi tentang kekecewaan terhadap aturan perusahaan atau mengeluh tentang sikap si bos. Jadi, hati-hati bicara dan kontrol diri. Bila rekan lain sedang bergosip, cukup dengarkan sambil menikmati sepiring kue favorit.

Do: Berikan hadiah untuk si bos.
Bila bos mengundang Anda datang ke pesta ulang tahunnya atau sekadar acara silaturahmi, rencanakan untuk memberikannya hadiah. Tak perlu mewah, setoples kue kering cukup membuatnya senang. Ingin lebih kompak dengan rekan lain, ajak mereka untuk membeli hadiah secara kolektif. Pengeluaran lebih hemat di samping bisa memberi hadiah yang lebih berkesan. Ucapkan terima kasih karena telah mengundang datang ke acaranya. Jangan lupa untuk berkenalan dengan anggota keluarganya.

Don't: Lengket terus dengan ponsel.
Tidak salah kok, tapi amat disayangkan saat Anda lebih memilih membuka di Twitter di ponsel (yang bisa dilakukan kapan saja) dibanding menggunakan waktu di pesta yang hanya beberapa jam (tapi bisa menambah daftar teman dan mencari kesempatan untuk mengembangkan karier). Bila tak ada telepon penting yang ditunggu, lupakan sejenak ponsel kesayangan dan mulailah berbaur dengan para tamu yang dikenal. 

Do: Dua jam cukup.
Bila memang tak ada lagi yang dilakukan, lebih baik gunakan waktu untuk istirahat di rumah atau menghadiri pesta lainnya. Susan M. Heathfield menyarankan, meskipun Anda menikmati pesta atau semenarik apapun band pengisi acara, jangan jadi orang terakhir yang meninggalkan pesta. Sebab, itu bisa menggiring kita untuk minum lebih banyak dan melakukan kelalaian seperti bergosip atau mabuk. Waktu yang ideal adalah dua jam, lakukan obrolan dengan rekan, bos, serta klien. Tinggalkan pesta dengan kesan yang baik.

(Ayunda Pininta Kasih)